-->

Notification

×

Pemkot Bima Gelar Pertemuan dengan Tim World Bank

9/19/25 | Jumat, September 19, 2025 WIB | 2025-09-19T14:34:33Z

Kota Bima, Beritabima.com – Pemerintah Kota Bima menggelar pertemuan bersama tim World Bank dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membahas proyek infrastruktur strategis, khususnya penanganan banjir serta pembangunan drainase dan sungai di Kota Bima, Jum’at (19/09/2025).

Wali Kota Bima H. A. Rahman, H. Abidin, SE menyampaikan apresiasinya atas dukungan World Bank dan Kementerian PUPR dalam membantu Kota Bima menghadapi ancaman banjir tahunan.

“Sejak banjir besar tahun 2016, perhatian pemerintah pusat dan World Bank terhadap Kota Bima begitu besar. Terdapat 3 titik proyek penanganan sungai yang didukung World Bank yaitu Sungai Ntobo, Nae, dan Rite menjadi langkah penting agar banjir tidak terulang kembali. Kami berharap semua proyek ini dapat selesai tepat waktu,” ungkap Wali Kota.

Perwakilan Kementerian PUPR, Ahmad Jubaidi, menyebutkan bahwa sinergi dengan Pemkot Bima berjalan baik.

“Kami melihat dukungan dari Pemkot Bima sangat luar biasa. Harapannya, pembebasan lahan bisa dipercepat agar progres proyek, termasuk di Sungai Melayu, dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.

Dari pihak World Bank, Evi menekankan pentingnya percepatan pembangunan yang sejalan dengan standar teknis dan keberlanjutan lingkungan.

“Progres drainase primer di Kota Bima sudah mencapai 50 persen. Namun, percepatan harus tetap diiringi dengan pengawasan teknis, jaminan keamanan, serta manfaat bagi masyarakat terdampak. Kami juga mendorong Pemkot untuk memetakan drainase sekunder dan tersier agar penanganan lebih optimal,” jelasnya.

Selain isu banjir, World Bank juga menyoroti persoalan sampah di Kota Bima. Mereka mendorong identifikasi lokasi pembuangan sampah serta program penanganan yang lebih tepat agar tidak menimbulkan masalah lingkungan baru.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bima menegaskan komitmennya untuk mengawal kualitas proyek serta mengoptimalkan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri).

“Kami ingin proyek ini selesai tepat waktu. Untuk sampah, kami sudah menggerakkan program BISA secara penuh. Insyallah Kota Bima akan lebih bersih dan bebas banjir,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Bima, Fery Sofiyan, SH menambahkan bahwa Pemkot Bima telah memetakan anggaran melalui Nufrep guna mengintegrasikan program penanganan banjir dan sampah.

“Kami terus berikhtiar agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Penanganan limbah di sungai di Penatoi-Santi akan segera dipercepat,” katanya.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Parenta, ruang rapat Wali Kota Bima ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Bima, Sekda, Kepala Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Perkim, serta perwakilan World Bank dan Kementerian PUPR. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek strategis yang bermanfaat besar bagi warga Kota Bima.(RED)

×