-->
×

Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Pagar Seng Serasuba Dibuka Sementara Jelang Rimpu Mantika 2026

4/20/26 | Senin, April 20, 2026 WIB | 2026-04-20T04:56:49Z

KOTA BIMA - Menjelang pelaksanaan Festival Rimpu Mantika pada 25 April 2026, Pemerintah Kota Bima terus mematangkan berbagai persiapan, termasuk penataan kawasan Serasuba sebagai bagian dari strategi menghadapi lonjakan pengunjung.

Penataan tersebut tidak hanya menyangkut aspek teknis lapak pedagang, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi komunikasi publik agar seluruh informasi tersampaikan secara jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, saat menyikapi kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi tingginya animo masyarakat terhadap Festival Rimpu Mantika, Senin (20/04/2026).

Menurutnya, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari keteraturan informasi serta kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan yang telah ditetapkan.

“Penataan lapak ini harus dipahami sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan tertib. Informasi yang jelas harus sampai ke seluruh pedagang agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bima telah menetapkan zona berjualan secara spesifik, yakni di bagian utara Lapangan Serasuba (sebelah kanan jalan, tidak termasuk area depan BRI dan Pendopo) serta di sisi timur lapangan yang berhadapan langsung dengan Asi Mbojo. Penentuan lokasi ini dilakukan melalui pertimbangan matang guna menjaga kelancaran arus pengunjung.

Sebagai juru bicara Pemkot Bima, ia juga mengingatkan bahwa larangan berjualan di dalam Lapangan Serasuba harus dipatuhi sepenuhnya, mengingat kawasan tersebut masih dalam tahap pengerjaan lanjutan.

“Kami mendorong semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang keliru terkait lokasi berjualan. Semua sudah diatur dan harus diikuti,” tegasnya.

Selain itu, pembukaan pagar seng di sekitar lapangan menjadi bagian dari skenario besar untuk mendukung kelancaran arus massa, khususnya di titik akhir pawai Rimpu Mantika yang berakhir di kawasan Asi Mbojo. Area Serasuba sendiri dipersiapkan sebagai buffer zone guna mengantisipasi kepadatan pengunjung.

“Pesannya sederhana: patuhi aturan, pahami informasi resmi, dan bersama-sama kita sukseskan festival ini tanpa gangguan,” tutupnya.(RED)

×