-->

Notification

×

Dikpora NTB Gandeng Dikbudpora Bima Siapkan Pemuda Kreatif dan Inovatif di Bidang Kuliner

4/30/26 | Kamis, April 30, 2026 WIB | 2026-04-30T05:36:12Z

BIMA – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dikpora NTB bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tingkat Provinsi Tahun 2026 di Hotel Parewa, Rabu (29/4).

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam upaya menekan angka kemiskinan, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta menekan peredaran narkoba di kalangan generasi muda.

Pelatihan ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima dan diikuti 40 peserta usia 16 hingga 30 tahun yang merupakan pelaku usaha kuliner dari berbagai kecamatan, di antaranya Woha, Soromandi, Donggo, Wera, Sape, Monta, Bolo, Rasanae hingga Tambora.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali berbagai kemampuan, mulai dari peningkatan keterampilan memasak, penguasaan pengetahuan gizi, standar higiene dan keamanan pangan, kreativitas serta inovasi menu, hingga peluang bisnis dan standar kompetensi usaha kuliner.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., ME menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan melahirkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak ekonomi desa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin para peserta tumbuh menjadi wirausaha mandiri, kreatif, dan inovatif. Pemuda-pemuda ini dipersiapkan untuk menjadi penggerak ekonomi desa dengan menumbuhkan UMKM yang maju dan tangguh,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya karena peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bima secara merata. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi katalisator lahirnya “Desa Berdaya” dengan pemuda sebagai aktor utama dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor tata boga yang kompetitif di pasar nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima, Drs. Syahrul, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran strategis generasi muda dalam pembangunan bangsa dan daerah.

“Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Anda semua adalah motor penggerak yang diharapkan mampu berbuat lebih bagi bangsa, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.

Ia berharap setelah pelatihan selesai, akan lahir wirausaha muda baru di bidang kuliner yang mampu bersaing dan berinovasi.

“Kami berharap setelah kegiatan ini selesai, akan lahir wirausaha-wirausaha muda baru di bidang kuliner yang mampu bersaing, berinovasi, dan tentunya meningkatkan taraf ekonomi keluarga serta berkontribusi bagi pembangunan daerah kita tercinta,” tutupnya.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 29 April hingga 1 Mei 2026 itu didesain secara intensif dengan memadukan teori dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup keterampilan teknis, teknik pengemasan produk, strategi pemasaran digital, personal branding, wawasan kebangsaan, hingga sosialisasi bahaya narkoba yang disampaikan langsung oleh perwakilan BNN.

Selain itu, peserta juga telah menjalani praktik pembuatan kue selama dua hari berturut-turut. Hasil karya peserta pun mendapat apresiasi karena dinilai memiliki cita rasa yang baik dan layak dikembangkan menjadi produk usaha kuliner unggulan.(RED

×