KOTA BIMA – Dugaan kelalaian penginputan data kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Bima. Enam siswa di SDN 19 Kota Bima diduga gagal mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) setelah diketahui tidak tercatat dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sejak tahun 2025 hingga 2026.
Merasa dirugikan karena anak-anak mereka tidak dapat mengikuti TKA, para orang tua siswa akhirnya melaporkan pihak sekolah secara resmi kepada pihak berwajib.
Tidak hanya itu, para orang tua siswa, termasuk Dandim 1608 Bima Letkol Arh Samuel Asdianto, juga mendatangi Kantor Wali Kota Bima untuk mengadu langsung terkait persoalan tersebut.
Dalam pertemuan itu, mereka meminta Wali Kota Bima agar segera mengambil langkah tegas terhadap pihak sekolah, sehingga enam siswa tersebut tetap dapat mengikuti TKA. Mereka menilai kondisi ini sangat merugikan masa depan anak-anak mereka.
Mantan Kepala Sekolah SDN 19 Kota Bima, Gufran, yang dikonfirmasi usai pertemuan bersama Wali Kota dan para orang tua siswa, mengakui adanya kelalaian dalam penginputan data siswa. Ia juga menyatakan siap bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.
"Saya meminta maaf kepada orang tua siswa atas kelalaian ini, bahkan siap menanggung konsekuensinya," ujar Gufran.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. H. Mahfud, menegaskan bahwa persoalan ini terjadi akibat kurangnya ketelitian dari pihak sekolah, baik kepala sekolah maupun operator dalam menginput data siswa.
Menurutnya, kejadian ini sangat memalukan dan berpotensi merusak citra pendidikan di Kota Bima, mengingat bukan hanya satu siswa yang dirugikan, melainkan enam siswa sekaligus yang tidak dapat mengikuti ujian TKA.
Saat ditanya apakah enam siswa tersebut bisa dipastikan mengikuti ujian, pihaknya belum dapat memberikan kepastian. Namun, Dinas Dikpora berjanji akan berupaya maksimal mencari solusi.
"Sesuai perintah Walikota Bima, hari ini atau besok saya akan berangkat ke Jakarta untuk komunikasikan langsung dengan Kementrian Dikbud RI," ujarnya.
Di akhir konfirmasi, Dandim 1608 Bima Letkol Arh Samuel Asdianto turut menyentil mantan Kepala Sekolah SDN 19 Kota Bima agar tidak terlalu banyak memberikan pembenaran atas kejadian tersebut.(RED)






