-->

Notification

×

Guru To'i - Dinul Sependapat, Kolam Retensi Demi Kepentingan Masyarakat

5/12/26 | Selasa, Mei 12, 2026 WIB | 2026-05-12T11:26:40Z

KOTA BIMA - Polemik terkait penebangan sejumlah pohon di kawasan Taman Ria Kota Bima untuk pembangunan kolam retensi terus menjadi perhatian publik. Menanggapi berbagai pendapat yang beredar di media sosial maupun media lokal, Ketua LSM Latskar, Rafikurahman alias Guru Toi, menilai langkah tersebut merupakan bagian dari kebutuhan Dan Keperluan teknis pembangunan Proyek dan bukan tindakan yang merusak Nilai estetika kawasan.

Guru Toi menjelaskan bahwa pohon-pohon yang ditebang berada tepat pada titik koordinat pembangunan kolam retensi yang telah ditentukan dalam perencanaan teknis proyek.

“Pohon-pohon yang ditebang itu merupakan titik koordinat kolam retensi yang memang harus dikerjakan. Tentu pihak pelaksana juga akan melakukan penanaman kembali pohon baru,” ujarnya.

Ia menegaskan, penataan kawasan yang dilakukan tidak bisa langsung dianggap merusak nilai estetika Taman Ria atau Taman Amahami. Menurutnya, pekerjaan tersebut telah melalui analisa dan perencanaan teknis yang matang demi kepentingan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

“Saya sebagai pegiat lembaga melihat ini merupakan ketentuan teknis analisa perencanaan dan bukan sebuah pelanggaran. Ini demi kebutuhan pekerjaan kolam retensi dalam konteks pembangunan,” tegasnya.

Guru Toi juga menyampaikan bahwa LSM Latskar siap mengawal proses pembangunan kolam retensi hingga selesai demi kepentingan masyarakat luas.

“Kolam retensi sejatinya merupakan upaya pemerintah dalam menanggulangi luapan banjir yang tidak mampu ditampung oleh sistem drainase primer yang ada. Karena itu, kami siap mengawal pekerjaan ini sampai selesai demi asas manfaat untuk masyarakat,” katanya.

Senada dengan Guru To'i, PPK BWS NT1, Dinul, saat dikonfirmasi media ini pada Selasa malam (12/5/2026), menjelaskan bahwa pemotongan pohon tersebut telah melalui pembahasan teknis dan mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk rencana penanaman kembali pohon di kawasan tersebut.

“Secara penataan kawasan nanti Taman Ria tetap akan menjadi kawasan hijau seperti fungsinya hari ini. Hanya saja kami menatanya lebih baik dengan merevitalisasi fungsi Taman Ria menjadi multipurpose,” jelas Dinul.

Menurutnya, selain tetap menjadi ruang terbuka hijau, kawasan tersebut nantinya juga memiliki fungsi tambahan sebagai daerah resapan air tanah dan penataan kawasan perkotaan.

“Artinya selain menjadi kawasan hijau, juga berfungsi sebagai recharge air tanah maupun fungsi penataan kawasan. Kami bekerja untuk Kota Bima ini menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap pembangunan tentu membawa perubahan, namun pihaknya tetap berkomitmen menjaga fungsi hidrologis kawasan Taman Ria.

“Dalam suatu usaha pembangunan tentu akan ada perubahan, namun kami tetap menjaga dan mempertahankan fungsi hidrologis dari kawasan Taman Ria,” tutupnya.(RED

×