KOTA BIMA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bima periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Perpustakaan Kota Bima, Kamis (7/5/2026).
![]() |
| Perjelas klik gambar |
Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima, unsur Kejaksaan, Ketua DPD I LPM NTB, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, pimpinan perguruan tinggi, pengurus LPM, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua DPD I LPM NTB, Wahyudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Bima atas dukungan dan kontribusinya sehingga pelantikan DPD II LPM Kota Bima dapat terlaksana dengan baik dan sukses.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membangun sinergi dan koordinasi yang baik bersama Pemerintah Kota Bima, TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan, serta seluruh pihak terkait lainnya demi kemajuan daerah.
“Bantu Pemerintah Kota Bima supaya lebih maju dan bermartabat. Kami titip DPD II LPM Kota Bima agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar Wahyudin.
Sementara itu, Wali Kota Bima, H. Arahman H. Abidin, SE, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari sebuah pengabdian dan tanggung jawab besar untuk masyarakat.
“Ini bukan seremoni semata, tetapi awal dari pengabdian. Sebuah kehormatan yang dititipkan dengan tanggung jawab besar,” ungkapnya.
Menurut Wali Kota, LPM merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai kepengurusan baru DPD II LPM Kota Bima menjadi bagian penting dalam menghadirkan era baru pembangunan yang lebih kolaboratif dan partisipatif.
Wali Kota juga mengakui bahwa tahun 2026 menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah akibat efisiensi anggaran. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan.
“Menghadapi efisiensi bukan berarti berhenti membangun daerah. Yang paling utama adalah semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun Kota Bima,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari lurah, RT/RW, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan dapat bergerak bersama mendukung program pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota turut menyoroti persoalan peternakan liar dan sampah yang menurutnya membutuhkan sinergi serta kesadaran bersama untuk diselesaikan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak. Mari bersama bergerak, termasuk dalam memilah sampah demi mewujudkan Kota Bima yang lebih bersih,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk menghilangkan perbedaan politik dan kebencian demi kemajuan daerah.
“Hilangkan perbedaan politik. Mari bersama-sama membangun Kota Bima,” Ajaknya.(RED)
![]() |
| Perjelas klik gambar |









