-->
×

Target Tiga Besar MTQ NTB 2026, Kota Bima Berangkatkan 85 Anggota Kafilah

6/05/26 | Jumat, Juni 05, 2026 WIB | 2026-06-05T15:58:20Z

KOTA BIMA – Pemerintah Kota Bima menargetkan masuk tiga besar pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah pada 7–16 Juni 2026. Target tersebut dibarengi dengan pengiriman 85 anggota kafilah yang secara resmi dilepas oleh Wali Kota Bima, A. Rahman H. Abidin, di Aula Kantor Pemerintah Kota Bima, Jumat (5/6/2026).

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bima, Nurdin Mansyur, mengungkapkan bahwa seluruh peserta yang diberangkatkan telah menjalani proses pembinaan dan pemusatan latihan secara intensif selama hampir sembilan bulan, mulai September 2025 hingga Mei 2026.

Menurutnya, para peserta akan berlaga pada berbagai cabang perlombaan, di antaranya tilawah, hifzil Quran, tafsir Al-Quran, fahmil Quran, dan syarhil Quran.

"Kami optimistis dengan hasil pembinaan yang telah dilakukan dan menargetkan Kota Bima masuk tiga besar pada MTQ tingkat Provinsi NTB tahun ini," kata Nurdin dalam laporannya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima A. Rahman H. Abidin menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih gelar juara, melainkan bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pengaruh negatif media sosial, penyalahgunaan narkoba, hingga menurunnya nilai-nilai moral. Karena itu, MTQ memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui pemahaman dan pengamalan Al-Quran.

"MTQ adalah syiar Islam. Al-Quran harus menjadi benteng moral dan pedoman hidup generasi kita. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter Qurani," ujarnya.

Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, guru mengaji, pondok pesantren, lembaga pendidikan, serta para orang tua yang telah berperan dalam membina dan mendampingi para peserta hingga siap mengikuti kompetisi tingkat provinsi.

Ia menilai keberhasilan seorang qari maupun qariah tidak terlepas dari proses pembinaan yang panjang serta dukungan dari berbagai pihak.

Selain mempersiapkan peserta untuk berkompetisi, Pemerintah Kota Bima juga terus mendorong penguatan program pembinaan Al-Quran secara berkelanjutan. Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah Kampung Qurani yang melibatkan sekolah, TPQ, rumah tahfiz, dan pondok pesantren.

Menurut Rahman, pembinaan Al-Quran tidak boleh hanya dilakukan menjelang perlombaan, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

"Kita ingin budaya Qurani tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Bima," katanya.

Menjelang keberangkatan ke Lombok Tengah, Rahman berpesan agar seluruh anggota kafilah menjaga kesehatan, disiplin, serta menjunjung tinggi nama baik Kota Bima selama mengikuti MTQ.

Ia juga meminta para peserta untuk tampil percaya diri dan menjadikan keikutsertaan dalam MTQ sebagai bentuk ibadah sekaligus pengabdian kepada daerah.

Dengan bekal pembinaan yang telah dijalani selama berbulan-bulan, Pemerintah Kota Bima berharap kafilah yang diberangkatkan mampu meraih prestasi terbaik sekaligus memperkuat posisi Kota Bima sebagai salah satu daerah yang konsisten dalam pembinaan dan pengembangan nilai-nilai Al-Quran di Nusa Tenggara Barat.(RED)

×