-->
×

Pasangan Lansia di Ambalawi Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Selidiki Dugaan KDRT dan Percobaan Bunuh Diri

7/02/26 | Kamis, Juli 02, 2026 WIB | 2026-07-02T16:28:33Z

BIMA – Warga Dusun Rite 2, Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, digegerkan dengan peristiwa dugaan penganiayaan berat yang melibatkan pasangan suami istri lanjut usia pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga setempat yang kemudian melaporkannya kepada aparat kepolisian. Kedua korban ditemukan mengalami luka terbuka pada bagian leher dan langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolres Bima Kota, AKBD Mubiarto, melalui Kasi Humas, Ipda Baiq Fitria Ningsih, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan medis awal dari Puskesmas Ambalawi, kedua korban ditemukan mengalami luka terbuka pada bagian leher dan saat ini telah dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan," ujar Kasi Humas.

Korban diketahui merupakan pasangan suami istri berinisial A (73) dan N (57), warga Desa Rite, Kecamatan Ambalawi. Korban A mengalami luka terbuka pada leher bagian kanan dengan kondisi umum lemah. Sementara korban N juga mengalami luka serupa dengan kondisi lebih kritis akibat syok hipovolemik dan memerlukan transfusi darah.

Berdasarkan keterangan dua saksi berinisial I (37) dan RAB (45), saat ditemukan, korban perempuan masih memegang sebilah pisau cutter dan sempat mengucapkan kalimat dalam bahasa daerah sebelum dievakuasi oleh warga. Temuan tersebut menjadi salah satu bahan penyelidikan aparat untuk mengungkap kronologi dan motif pasti kejadian.

Polisi menyebut terdapat beberapa kemungkinan yang masih didalami, termasuk dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga yang diikuti percobaan bunuh diri maupun kemungkinan adanya kesepakatan bunuh diri. Namun demikian, aparat menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Kami masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi, pengamanan tempat kejadian perkara, serta pengumpulan barang bukti untuk memastikan kronologi dan motif yang sebenarnya," kata Kasi Humas.

Evakuasi dilakukan secara mandiri oleh warga menggunakan dua kendaraan berbeda. Korban A dibawa menggunakan mobil milik keluarga, sedangkan korban N dievakuasi menggunakan kendaraan pickup menuju Puskesmas Ambalawi sebelum akhirnya keduanya dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani penanganan intensif dan tindakan medis lebih lanjut.

Pihak kepolisian saat ini juga telah melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan pihak medis terkait pemeriksaan lanjutan dan visum et repertum.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai motif kejadian tersebut demi kelancaran proses penyelidikan.(RED)

×