JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta masukan dari sejumlah akademisi dan pakar terkait upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026), Prabowo menegaskan dirinya sangat menghormati para pakar.
Dilansir dari Tribunnews, Prabowo mengatakan masukan dari para ahli dibutuhkan pemerintah untuk menentukan langkah antisipasi agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah pada tahun-tahun mendatang.
“Jadi saudara-saudara, jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audience, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar. Nggak bisa apa pun, saya, kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar,” ujar Prabowo.
Ia kemudian meminta para akademisi memberikan masukan mengenai langkah yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi karhutla.
“Anyway, jadi mohon saya diberi masukan, what can we do supaya tahun depan kita, sudahlah, jadi sekarang saya sudah perintahkan, sudahlah kita antisipasi,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, pemerintah telah mengerahkan berbagai upaya dalam penanganan karhutla, termasuk penggunaan helikopter. Namun, berdasarkan laporan yang diterimanya, petugas di darat tetap menjadi salah satu unsur penting dalam penanganan kebakaran.
Pernyataan Prabowo mengenai penghormatan terhadap pakar tersebut disampaikan beberapa hari setelah ia menyinggung sejumlah pihak yang mengaku sebagai pakar dalam acara HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dalam pidato tersebut, Prabowo mengkritik pihak yang menurutnya memberikan pandangan atau kritik terhadap pemerintah tanpa dasar yang tepat. Pernyataannya kemudian menjadi perhatian publik.
Kini, Prabowo kembali menekankan pentingnya peran pakar dan akademisi, khususnya dalam memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan pencegahan dan penanganan karhutla.(RED)
.png)
