-->
×

Tak Ada Protes Sebelum Pencoblosan, Pemilihan LPM Ule Dipersoalkan Setelah Penghitungan

11/05/26 | Kamis, November 05, 2026 WIB | 2026-11-05T17:36:59Z

KOTA BIMA - Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ule yang berlangsung pada 30 Oktober 2026 lalu menuai polemik. Persoalan muncul setelah seluruh proses penghitungan suara selesai, meskipun Ir. Sukri berhasil meraih suara terbanyak dengan keunggulan 52 suara atas Fahrudin.

Dikonfirmasi media ini, Rabu (4/11/2026), Ir Sukri selaku peraih suara terbanyak menyampaikan, hasil penghitungan, ia memperoleh 52 suara, sementara Fahrudin meraih 40 suara. Dari total 94 suara, terdapat satu suara batal dan satu pemilih yang tidak memberikan suara.

Sukri menambahkan, setelah penghitungan suara selesai, muncul keberatan terkait persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kemudian memunculkan persoalan baru dalam proses pemilihan tersebut.

selaku calon yang memperoleh suara terbanyak, Sukri  menyatakan keberatannya terhadap keputusan pemungutan suara ulang (PSU). Ia menilai persoalan administrasi DPT seharusnya dapat diklarifikasi dan diperbaiki oleh panitia, bukan langsung dijadikan alasan untuk menggelar pemilihan ulang.

"Dalam Tatib Ketua RT wajib Coblos, tidak bisa diwakilkan, sementara an. Rahmawati memang tidak datang coblos, hanya keliru nya Panitia tidak sempat edit print hasil perbaikan Perubahan nama Rahmawati ke Syamsuddin (ketua RT)....itu aja...tiba - tiba Panitia sepihak putuskan PSU..., lucu sangat lucu dalam Demokrasi," ujar Sukri kepada media ini, 

Sukri menambahkan, selisih 12 suara yang diperolehnya setara dengan empat RT. Ia juga mempertanyakan mengapa keberatan tidak disampaikan sebelum pencoblosan maupun ketika proses pencoblosan berlangsung, tetapi justru muncul setelah penghitungan suara selesai.

"Jika kesalahan salah satu suara kenapa tidak diperbaiki dan di kroscek oleh panitia dan  kenapa setelah perhitungan ada keberatan," tanyanya.

Ia menegaskan menolak pemilihan ulang karena menganggap dirinya sebagai pihak yang memperoleh kemenangan berdasarkan hasil penghitungan suara. Sukri juga menyampaikan dugaan adanya konspirasi dalam polemik pemilihan tersebut.

"Sampai saat ini saya mengatakan pihak yang menang dan saya tidak terima pemilihan ulang karena kuat dugaan terjadi konspirasi dalam pemilihan kali ini. Jika terbukti konspirasi maka saya siap lalui jalur hukum," tegas Sukri.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan LPM Kelurahan Ule, Andi Azis, S.Ag., saat dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada penetapan resmi hasil pemilihan Ketua LPM Kelurahan Ule.

Ia menjelaskan, ketika terjadi ketegangan terkait DPT, panitia berupaya mengumpulkan seluruh panitia beserta kedua calon untuk melakukan musyawarah.

Menurut Andi Azis, dalam musyawarah tersebut kedua calon sempat berjabat tangan dan berpelukan. Hal itu membuatnya beranggapan bahwa kedua calon telah mencapai kesepakatan.

"Setelah itu saya coba ke forum. Panitia bersama calon bermusyawarah dan kedua calonnya jabat salam dan berpelukan artinya, saya beranggapan bahwa sudah setuju, kalau seandainya tidak disetujui saat itu maka kita akan berikan ruang pada calon saat itu untuk menyampaikan sesuatu hal. Maklum saya hanya ketua panitia saja," jelasnya.

Andi Azis juga menerangkan bahwa sejak awal telah disepakati bahwa Ketua RT dan RW tidak boleh diwakilkan dalam proses pencoblosan. Namun, persoalan muncul setelah diketahui adanya nama orang yang diwakilkan dalam DPT RT 23.

"Persoalannya ternyata RT 23 sudah menginput orang lain. Ternyata RT 23 itu sudah diusulkan orang lain duluan. Sementara saya bilang tidak boleh rupanya orang yang wakili RT dalam DPT dan Ketua RT yang coblos," ungkapnya.

Saat ditanya apakah terdapat keberatan sebelum pencoblosan maupun setelah pencoblosan, Andi Azis dengan tegas menyatakan tidak ada keberatan yang disampaikan pada kedua tahapan tersebut. Menurutnya, keberatan baru muncul setelah seluruh proses penghitungan suara selesai.

"Dan setelah perhitungan baru ada keberatan," tegasnya.

Andi Azis mengira kedua calon telah sepakat setelah musyawarah yang berlangsung pascapemilihan. Hal itu didasari sikap kedua calon yang saling berjabat tangan dan berpelukan.

"Saya kira kedua calon sudah jabat salam dan berpelukan sudah sepakat," katanya.(RED) 

×