-->

Notification

×

Sangiang Api Kembali Membara, Festival Budaya dan Wisata Pesisir Digelar Meriah

7/28/25 | Senin, Juli 28, 2025 WIB | 2025-07-30T00:46:37Z

Bima, Beritabima.com – Festival Sangiang Api (FSA) Tahun 2025 resmi dibuka oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, pada Senin pagi (28/7) yang ditandai dengan ritual budaya Kareku Kandei di kawasan pantai Desa Sangiang, Kecamatan Wera.

Bupati Bima, Ady Mahyudi

Pembukaan FSA berlangsung semarak dan turut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua Umum Ikatan Keluarga Wera Nusantara (IKRA) Prof. DR. E. H. Muhtar, S.Pd., M.Si, CfrA, Wakapolres Bima Kota Kompol Herman, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bima Fatahullah, S.Pd, para Kepala OPD, Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, para Kabag Setda, Camat Wera dr. H. Sanusi, Sp.OG, tokoh adat, hingga pelaku seni budaya lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Bima menekankan pentingnya pelestarian budaya dan nilai-nilai kearifan lokal melalui event semacam ini.

 “Festival ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk mengenalkan potensi wisata alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bima. Sangiang Api adalah simbol kekuatan alam, dan melalui festival ini kita mengajak masyarakat untuk mencintai serta menjaga warisan leluhur kita,” ujar Bupati Bima.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengangkat Festival Sangiang Api menjadi agenda wisata berskala nasional.

"Festival Sangiang Api ditahun 2025 masuk dalam Kalender Event Provinsi NTB dan insyaallah akan diupayakan masuk di Kalender event nasional pada tahun 2026".

Bupati pun berharap agar event ini mampu menjadi sarana promosi wisata unggulan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara itu, Ketua Umum IKRA, Prof. DR. E. H. Muhtar menyampaikan bahwa FSA sudah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Wera, namun belum pernah tercatat sebagai agenda nasional.

"Pada tahun 2024, IKRA melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata, dan untuk bisa menjadi event skala nasional, harus dilaksanakan secara berturut-turut selama lima tahun. Inilah yang menjadi motivasi sehingga festival ini dilaksanakan secara berkelanjutan", ujar Guru Besar Universitas Negeri Surakarta ini.

Mewakili panitia penyelenggara, Kepala Desa Sangiang, A. Rasid, SE menjelaskan bahwa festival akan berlangsung selama tujuh hari.

"Selama sepekan, beragam pertunjukan seni tradisional Mbojo, lomba perahu, pameran UMKM lokal, kuliner khas Bima, hingga jelajah ke kawasan Gunung Sangiang yang dikenal sebagai gunung api aktif di tengah laut akan berlangsung", terangnya.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi pelestari budaya, namun juga menjadi jembatan untuk mendongkrak pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Bima.(RED

×