KOTA BIMA - Dugaan upaya merusak citra kepemimpinan Wali Kota H. A Rahman H. Abidin, SE dan Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH disebut semakin menguat, baik dari internal maupun eksternal pemerintahan.
Hal ini disampaikan Ketua Pemuda Panca Marga Kota Bima, Jo. Ia menilai, dinamika yang terjadi saat ini bukan sesuatu yang baru, melainkan telah terbaca sejak lama dari situasi dan kondisi yang berkembang seperti pembawaan kembali hadiah festival rimpu mantika oleh pihak panitia yang sedang hangat di perbincangkan publik saat ini.
Atas hal itu, menurutnya, masih terdapat pihak-pihak yang dinilai tidak loyal dan berpotensi menjatuhkan citra kepemimpinan daerah.
“Dulu saat Pilkada 2024, hampir 75 persen OPD di Kota Bima secara diam-diam tidak mendukung Manferi. Jadi tidak heran kalau upaya perusakan citra pemimpin Kota Bima saat ini kencang dilakukan,” ujarnya saat ditemui media ini, Sabtu, 25 April 2026 malam di salah satu tempat ngopi di Kota Bima.
Ia juga menyoroti salah satu isu yang berkembang di tengah masyarakat, yakni terkait hadiah Festival Rimpu Mantika yang disebut dibawa pulang oleh oknum panitia menggunakan mobil bak terbuka.
“Hal-hal seperti itu bisa merusak citra kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima,” katanya.
Jo menilai, narasi yang berkembang di ruang publik kerap disajikan secara tajam sehingga berpotensi membentuk opini negatif terhadap pemerintah daerah. Kondisi ini, menurutnya, dapat dengan mudah memengaruhi persepsi masyarakat.
“Publik bisa saja digiring dari yang awalnya simpatik menjadi sebaliknya, bahkan hingga membenci, jika hanya menerima informasi sepihak,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap setiap isu yang beredar. Menurutnya, penting bagi publik untuk melihat persoalan secara utuh dan berimbang, termasuk dari pihak yang merasa dirugikan.
“Dalam menyikapi isu yang berkembang, publik harus bijak dan tidak langsung menerima begitu saja. Perlu melihat dari berbagai sudut pandang agar tidak terjebak dalam opini yang menyesatkan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih jeli dalam menilai dinamika yang terjadi, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang dinilai berperan dalam membangun maupun merusak citra kepemimpinan, baik secara terbuka maupun terselubung.
Sementara hingga berita ini diturunkan, Ketua Panitia Firdaus yang dikonfirmasi media ini masih belum memberikan tanggapan.(RED)







