Flores Timur, NTT - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik ekstrem. Pada Kamis malam, 1 Agustus 2025, gunung api tersebut meletus dahsyat sekitar pukul 20.48 WITA, memuntahkan kolom abu vulkanik hingga ±11.584 meter di atas permukaan laut.
Data dari MAGMA Indonesia mencatat, kolom abu letusan mencapai ±10.000 meter dari puncak gunung, disertai suara gemuruh keras yang terdengar jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki. Letusan ini sontak mengejutkan warga sekitar dan memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat.
Dalam sebuah video pendek yang beredar luas di media sosial, seorang warga terdengar berteriak, "Sadis e, ngeri!", menggambarkan suasana mencekam saat letusan terjadi di tengah malam.
Dikutip dari ReportaseNTT, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawah aktif, serta di area sektoral dari arah barat daya hingga timur laut sejauh 7 kilometer. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi lontaran material pijar dan guguran awan panas yang bisa sangat berbahaya.
PVMBG juga meminta warga di wilayah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Lewotobi agar tetap waspada. Potensi aliran lahar hujan dikhawatirkan meningkat jika hujan deras mengguyur wilayah gunung. Beberapa wilayah yang perlu siaga tinggi meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berstatus Level IV (Awas). PVMBG menekankan pentingnya ketenangan, disiplin informasi, dan tidak menyebarkan kabar yang belum diverifikasi. Pemerintah daerah dan instansi terkait telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi, termasuk pemantauan lanjutan dan rencana evakuasi jika kondisi memburuk.
Situasi masih dinamis, dan masyarakat diminta terus memantau perkembangan melalui sumber resmi seperti PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah.(RED)