-->

Notification

×

Ancaman Banjir Meningkat, Pemkot Bima Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

11/13/25 | 11/13/2025 WIB | 2025-11-13T23:33:15Z

Kota Bima, Beritabima.com - Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bima, Hj Mariamah, memimpin rapat persiapan apel siaga dan simulasi bencana hidrometeorologi tingkat Kota Bima yang digelar di halaman Kantor BPBD Kota Bima, Kamis (13/11).

Rakor tersebut dihadiri sebanyak 42 komponen yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BMKG, Bulog Cabang Bima, PT PLN, PT Pertamina, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Damkar, Dinas Perhubungan, DKP, Dinas Pertanian, PUPR, Perkim, Dinas Kominfotik, Bagian Prokopim, Bagian Umum, Direktur Polrekes Kemenkes Mataram, Dirut RSUD Bima, akademisi, pihak swasta, IDI, PPNI, paramedis, Tagana, relawan bencana, BMNI, Orari Lokal, dan RAPI Kota Bima.

Dalam arahannya, Pj Sekda menyampaikan bahwa beberapa hari terakhir Kota Bima kembali diingatkan oleh peristiwa banjir yang melanda sejumlah kelurahan, termasuk wilayah Lampe dan sekitarnya.

 "Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menjadi peringatan penting bagi kita semua bahwa ancaman bencana, terutama banjir dan longsor, masih sangat nyata di daerah kita," ungkap Mariamah.

Ia menjelaskan bahwa intensitas musim penghujan memerlukan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Karena itu, apel siaga bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan upaya memastikan seluruh perangkat, personel, dan sumber daya benar-benar siap menghadapi potensi bencana.

Mariamah menegaskan pentingnya langkah terpadu lintas sektor.

Ia menyebut, setelah pelaksanaan apel siaga, ada sejumlah sasaran yang ingin dicapai, di antaranya sinkronisasi langkah teknis antara BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan perangkat daerah lainnya.

Selain itu, seluruh pihak diminta memastikan ketersediaan logistik dan peralatan kebencanaan seperti tenda, perahu, dapur umum, serta sarana komunikasi darurat. Pj Sekda juga menekankan pentingnya memperkuat sistem peringatan dini dan jejaring informasi di kelurahan rawan banjir, serta mendorong pelibatan aktif masyarakat melalui edukasi dan simulasi bencana.

"Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab BPBD, tetapi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Kota Bima akan terus berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan relawan dan komunitas masyarakat," tutur Mariamah.

Ia menambahkan bahwa langkah ini penting agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi lebih dini dan ditangani secara cepat serta tepat.

 "Saya harap apel siaga nanti dapat berjalan efektif sebagai langkah awal kesiapan Kota Bima dalam menghadapi bencana alam di musim penghujan ini," pungkasnya.(RED)

×