Bima, Beritabima.com – Pemerintah Kabupaten Bima terus menggencarkan upaya pelestarian lingkungan melalui rangkaian program "Selasa Menyapa". Kali ini, Kecamatan Donggo menjadi sasaran penghijauan dengan penanaman 1.000 bibit pohon produktif yang dipimpin langsung oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, Jumat (28/11).
Rangkaian kegiatan di Kecamatan Donggo ini telah dimulai sejak Kamis malam (27/11) dengan agenda "Ngopi Bareng" di Gedung Serba Guna Desa Doridungga. Keesokan harinya, Jumat pagi, suasana semakin semarak saat Bupati Bima didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bima, Ny. Murni Suciyanti, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaedy, serta jajaran pejabat teras mengawali hari dengan Senam Sehat Bersama di lokasi yang sama.
Usai senam, fokus kegiatan beralih pada aksi nyata pelestarian alam. Sebanyak 1.000 bibit pohon disiapkan untuk dua desa, dengan rincian 500 pohon dibagikan di Desa Doridungga dan 500 bibit lainnya di Desa O'o. Bibit yang didominasi varietas mangga dan alpukat ini ditanam di area lapangan, halaman kantor desa, serta dibagikan langsung kepada warga setempat untuk ditanam di pekarangan masing-masing.
Langkah penghijauan di wilayah dataran tinggi seperti Donggo dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah bencana alam, serta menjadi percontohan bagi kecamatan lain dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Di sela-sela penanaman bibit pohon pada sejumlah titik di Desa Doridungga dan Desa O'o, Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap lingkungan.
"Targetnya di setiap kecamatan yang dikunjungi pada saat program Selasa Menyapa akan dilakukan penanaman seribu bibit pohon," ungkap Bupati.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaedy menyoroti pemilihan jenis tanaman produktif. Menurutnya, langkah ini tidak hanya berorientasi pada ekologi, tetapi juga ekonomi masyarakat di masa depan.
"Penanaman pohon buah seperti mangga dan alpukat memiliki manfaat ganda. Selain menambah keindahan dan kualitas udara, pohon ini kelak dapat menjadi sumber buah untuk masyarakat," ungkap Wabup.
Upaya penghijauan lahan kritis di Kecamatan Donggo ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi tanah sebagai area resapan air secara bertahap. Hal ini penting untuk mengatur siklus air, mencegah erosi, longsor, dan banjir, serta dalam jangka panjang meningkatkan kualitas udara dan ekosistem demi kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. (RED)



