-->

Notification

×

GOW Bima Gelar Pembinaan Pelajar: Cegah Bullying, Tolak Pernikahan Dini

11/29/25 | 11/29/2025 WIB | 2025-11-29T14:31:56Z

Bima, Beritabima.com – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima menggelar kegiatan GOW Goes to School di SMAN 1 Donggo pada Jumat, 28 November 2025. Agenda ini merupakan rangkaian dari program Selasa Menyapa yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit kerja di tingkat kecamatan.

Ketua Umum GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif GOW serta bagian dari dukungan atas program Pemerintah Kabupaten Bima, khususnya dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada para pelajar.

 "GOW Kabupaten Bima menghadirkan dua materi penting, yaitu bahaya pernikahan dini dan bahaya bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan Program kerja dari GOW Kabupaten Bima yang rutin dilaksanakan di beberapa sekolah di kabupaten Bima". jelasnya.

Kegiatan edukasi dibagi ke dalam dua sesi materi. Materi pertama membahas jenis-jenis bullying, dampak, serta cara menghindarinya, disampaikan oleh Kalisom, S.Pd.I, selaku pengurus GOW dari Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya. Penyampaian materi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya bullying yang dapat mengganggu proses belajar dan perkembangan mental pelajar.

Sesi kedua membahas Bahaya Pernikahan Dini, menjadi materi inti program kerja Bidang Hukum dan Humas GOW, yang dipaparkan oleh Iin Cahya Melati, SKM. Pemateri menjelaskan tentang dasar hukum pernikahan di Indonesia, dampak negatif pernikahan dini bagi remaja, serta langkah pencegahannya.

Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pelajar selama kegiatan berlangsung.

 "Kegiatan GOW Goes to School ini disambut dengan sangat antusias oleh siswa-siswi SMAN 1 Donggo. Mereka sangat aktif bertanya dan berdiskusi tentang materi yang disampaikan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMAN 1 Donggo dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka tentang bahaya pernikahan dini dan bahaya bullying dilingkungan sekolah, serta dapat menjadi generasi yang lebih baik, cerdas dan berprestasi". terangnya.

Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut di sekolah-sekolah lain sebagai upaya memperkuat literasi kesehatan remaja, karakter pelajar, serta pencegahan kekerasan dan perkawinan usia anak.(RED

×