-->

Notification

×

Video Viral Saat Demo BUMDes, ini Tanggapan Kades

3/09/26 | Senin, Maret 09, 2026 WIB | 2026-03-09T10:34:50Z

Bima – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Desa Wadu Kopa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Senin (9/3/2026), berujung memanas. Insiden tersebut bahkan viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan Kepala Desa (Kades) Wadu Kopa, Budi, menantang mahasiswa hingga melepas baju dinasnya.

Aksi unjuk rasa itu digelar mahasiswa untuk mempertanyakan dugaan kejanggalan dalam pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wadu Kopa.

Koordinator aksi, Izul, dikutip dari detik bali mengatakan demonstrasi berlangsung pada pagi hari di depan Kantor Pemerintah Desa Wadu Kopa.

“Kejadiannya tadi pagi, saat kami menggelar aksi demo di depan Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Wadu Kopa,” ujar Izul, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi terkait dugaan penggelapan dana BUMDes. Namun situasi mulai memanas ketika Kepala Desa keluar dari kantor dan menghampiri massa aksi.

Izul menilai emosi Kades memuncak karena mahasiswa kembali menggelar demonstrasi untuk ketiga kalinya dengan tuntutan yang sama.

“Kades juga mencekik satu orang rekan kami karena tak terima didemo terkait dugaan penggelapan dana BUMDes,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelumnya mahasiswa telah dua kali melakukan aksi demonstrasi terkait persoalan tersebut. Pada aksi sebelumnya, kata dia, pemerintah desa disebut sempat menyatakan kesediaan mengembalikan dana BUMDes yang dipinjam.

“Aksi demo sebelumnya berjalan lancar. Kades dan aparat Desa Wadu Kopa juga bersedia mengembalikan dana BUMDes yang dipinjam pakai,” ujarnya.

Meski demikian, Izul menilai pengembalian dana tersebut masih menyisakan sejumlah kejanggalan. Apalagi pada tahun 2025 lalu BUMDes Wadu Kopa disebut mendapat tambahan dana sebesar Rp50 juta untuk pembangunan gerai.

“Karena ada kejanggalan ini, kami turun demo lagi hari ini. Namun justru Kades menunjukkan sikap arogan, mengajak mahasiswa berkelahi hingga melepas baju,” terangnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, Budi terlihat berlari mendekati kerumunan mahasiswa yang sedang berdemo. Sejumlah orang tampak berusaha menahannya agar situasi tidak semakin memanas.

Sementara itu, Kepala Desa Wadu Kopa, Budiman, memberikan klarifikasi kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Senin (9/3/2026). Ia menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa sebenarnya telah menerima para pendemo dan mempersilakan mereka masuk ke dalam ruangan agar pihak BUMDes dapat memberikan penjelasan terkait pembangunan gerai BUMDes.

“Urusan demo tadi itu sudah kita terima, disuruh masuk ke dalam ruangan biar BUMDes memberikan penjelasan terkait pembangunan gerai BUMDes,” jelasnya.

Budiman menambahkan bahwa emosinya terpancing karena ada salah satu pendemo yang diduga melakukan tindakan anarkis.

“Ada salah satu pedemo melakukan anarkis, makanya saya kesal dan meminta untuk faight,” tuturnya.

Ia juga menyebut sebelumnya telah ada kesepakatan dengan para pendemo saat pencabutan perkara yang ditangani oleh Polres Kabupaten Bima terkait dugaan pengrusakan fasilitas pada aksi demonstrasi sebelumnya.

“Pada saat pencabutan perkara yang ditangani oleh pihak Polres Kabupaten Bima terkait masalah pengrusakan fasilitas pada saat demo di bulan yang lalu, mereka sepakat tidak melakukan kembali terkait pengrusakan fasilitas umum,” ungkapnya.

Budi menegaskan dirinya tidak pernah melarang masyarakat maupun mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi di muka umum, selama tidak merusak fasilitas umum.

“Saya selaku Kades tidak pernah melarang mereka untuk menyampaikan aspirasinya di muka umum, asalkan jangan merusak fasilitas umum itu saja,” tegasnya.(RED

×