-->

Notification

×

Masuk Kalender Event NTB, Festival Warna-Warni Kota Bima Jadi Magnet Budaya Baru

11/15/25 | Sabtu, November 15, 2025 WIB | 2025-11-17T01:39:42Z

Kota Bima, Beritabima.com - Festival Warna-Warni Kota Bima kembali digelar untuk tahun ketiga dan resmi masuk dalam calendar of event Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, pada Jumat (14/11) malam di Destinasi Wisata Pantai Lawata.

Turut hadir berbagai pimpinan OPD dan lembaga, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bima, Plt. Kepala Dinas Koperindag, Kepala Dinas Sosial Kota Bima, para camat dan lurah, Kepala PT Pos Indonesia, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Kepala BNI Cabang Bima, Pimpinan Orari Lokal Kota Bima serta unsur sponsorship.

Pembukaan festival diawali dengan parade budaya yang menampilkan keragaman suku dan budaya dari 19 etnis paguyuban yang ada di Kota Bima. Setiap etnis hadir dengan tarian, pakaian adat, hingga atraksi khas yang menggambarkan identitas daerah masing-masing.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima selaku penyelenggara, H. Sukarno, SH, menyampaikan bahwa festival ini telah memasuki tahun pelaksanaan ketiga dengan melibatkan berbagai paguyuban etnis yang selama ini hidup rukun dalam kebersamaan.

"Suatu kebanggaan bagi dinas pariwisata, tahun ini festival warna-warni masuk bagian dalam calendar of event provinsi NTB. Kami terus dorong hingga ke kalender event nasional. Disadari atau tidak, etnis yang ada saat ini memberikan sentuhan tersendiri bagi perkembangan kemajuan pembangunan, sehingga menjadikan Kota Bima memiliki etnis yang banyak," ungkap Sukarno.

Ia menegaskan bahwa keberagaman ini telah memperkuat hubungan sosial masyarakat. "19 etnis yang ada di Kota Bima telah berbaur dengan masyarakat Kota Bima dalam balutan bineka tunggal ika. Sehingga keberadaan paguyuban ini sudah banyak memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kemajuan Kota Bima selama ini," ujarnya.

Sementara itu, dalam amanat Wali Kota Bima yang disampaikan oleh Asisten II, H. Supratman, pemerintah memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan festival tersebut.

"Atas nama Pemkot Bima saya apresiasi seluruh etnis paguyuban yang ada di Kota Bima yang telah ikut berpartisipasi mendukung festival ini," ujarnya.

Supratman menekankan bahwa masuknya Festival Warna-Warni Kota Bima dalam kalender event NTB merupakan bentuk pengakuan atas nilai budaya dan kreativitas yang dimiliki kota tersebut.

"Atas nama pemerintah Kota Bima, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dinas Pariwisata NTB, dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, serta seluruh pihak yang telah menilai dan mendorong festival ini menjadi salah satu agenda unggulan provinsi," tuturnya.

Menurutnya, pengakuan ini membawa peluang besar karena meningkatkan promosi, memperluas publikasi, serta menarik lebih banyak wisatawan yang berdampak pada penguatan ekonomi kreatif, UMKM, dan sektor pariwisata.

Ia juga menegaskan pentingnya konsistensi penyelenggaraan festival: "Inilah alasan mengapa konsistensi penyelenggaraan festival seperti ini sangat penting, karena setiap paguyuban, setiap penampil seni, setiap stand UMKM adalah duta kecil promosi daerah yang memperkenalkan Kota Bima kepada publik yang lebih luas," jelasnya.

Festival Warna-Warni, katanya, adalah simbol kebhinekaan Kota Bima. "Keragaman seperti inilah yang menjadikan Kota Bima kaya, menarik, dan unik di mata wisatawan. Festival ini menunjukkan bahwa Kota Bima bukan hanya punya alam yang cantik, tetapi juga budaya yang terbuka, ramah, dan penuh warna," pungkas Supratman.

Pada kesempatan yang sama, kegiatan pembukaan festival diangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada lima petani tembakau di lima kelurahan yang bersumber dari DBHCHT Tahun 2025, serta penyerahan santunan jaminan kematian dan risiko sosial ekonomi kepada ahli waris petani tembakau oleh BPJS Ketenagakerjaan Bima.(RED)

×