-->

Notification

×

Perkuat Imunisasi Nasional, Wali Kota Bima Resmikan Sosialisasi Vaksin Heksavalen Enam Antigen

11/28/25 | 11/28/2025 WIB | 2025-11-28T00:34:17Z

Kota Bima, Beritabima.com - Pemerintah Kota Bima mengambil peran sebagai daerah pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menerapkan kebijakan baru imunisasi nasional. Hal ini ditandai dengan peresmian kegiatan Sosialisasi Imunisasi Heksavalen (DPT–HB–Hib–IPV) Provinsi NTB oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, yang berlangsung di Gedung Seni Budaya Kota Bima, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan ini merupakan implementasi kebijakan baru dari Kementerian Kesehatan RI yang bertujuan memperkuat program imunisasi dasar. Vaksin Heksavalen memiliki keunggulan karena mengandung enam antigen dalam satu suntikan, yang dapat mencegah enam penyakit berbahaya: difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Haemophilus influenzae type B (Hib), dan polio.

Acara sosialisasi ini dihadiri kurang lebih 600 orang peserta dari berbagai unsur, termasuk Tim Kerja Direktorat Imunisasi Kemenkes RI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Asisten II Setda Kota Bima, para Kepala OPD, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Camat dan Lurah, serta kader Posyandu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima selaku Ketua Panitia, Syarifuddin, S.Sos., MPH, dalam laporannya menyebut bahwa imunisasi adalah cara paling aman, efektif, dan efisien dalam mencegah berbagai penyakit menular yang berbahaya serta mampu menekan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita.

Ia menyampaikan bahwa dipilihnya Kota Bima sebagai daerah pertama di NTB untuk penerapan vaksin Heksavalen mulai tahun 2025 adalah bentuk kepercayaan pemerintah pusat atas komitmen dan capaian program imunisasi yang telah dijalankan.

Ketua Tim Kerja Direktorat Imunisasi Kemenkes RI, Drg. Retna Ayu Wiarsih, menjelaskan keunggulan vaksin ini, yaitu mampu memberikan perlindungan terhadap enam jenis penyakit dalam satu suntikan. Hal ini menyederhanakan jadwal, mengurangi jumlah suntikan pada bayi, meningkatkan kenyamanan, serta berdampak pada pengurangan beban logistik dan limbah medis. Ia juga menekankan pentingnya dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan MUI untuk mengatasi misinformasi dan hoaks terkait imunisasi di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE menekankan pentingnya program ini sebagai investasi masa depan daerah.

“Meskipun saat ini kita masih menghadapi sejumlah tantangan seperti kesenjangan capaian imunisasi antar wilayah, rendahnya pemahaman sebagian masyarakat, serta adanya mis informasi tentang vaksin, saya mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menyukseskan program ini. Dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kader posyandu, dan seluruh pihak terkait sangat penting agar kebijakan ini dapat diterima secara luas oleh masyarakat,” ujar Wali Kota Bima.

Wali Kota juga menegaskan bahwa imunisasi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas, serta terbukti efektif mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB).(RED)

×