-->

Notification

×

Cuaca Ekstrem Berpotensi Meluas di NTB, BMKG Imbau Warga Waspada

1/23/26 | Jumat, Januari 23, 2026 WIB | 2026-01-23T00:26:23Z

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 07.24 WITA. Sejumlah wilayah di NTB terpantau berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang mulai pukul 07.25 WITA.

Dalam laman resminya, BMKG juga menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut terpantau terjadi di beberapa wilayah, khususnya di Kabupaten Dompu yang hampir merata, meliputi Kecamatan Dompu, Kempo, Hu’u, Kilo, Woja, Pekat, Manggalewa, dan Pajo.

Sementara itu, di Kabupaten Bima hujan lebat berpotensi terjadi di Kecamatan Monta, Woha, Donggo, Sanggar, Langgudu, Madapangga, Tambora, Soromandi, dan Parado. Di Kabupaten Lombok Barat, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Gerung, Kediri, Sekotong, Lembar, dan Kuripan.

Wilayah lain yang turut terpantau terdampak adalah Kecamatan Jonggat di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Sambelia di Kabupaten Lombok Timur, serta Kecamatan Utan dan Rhee di Kabupaten Sumbawa.

BMKG juga memprakirakan adanya potensi perluasan wilayah terdampak. Seluruh wilayah Kota Mataram yang meliputi Kecamatan Ampenan, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan Sandubaya diprediksi berpotensi mengalami kondisi cuaca serupa. Hal yang sama juga berlaku untuk seluruh wilayah Kota Bima, yakni Kecamatan Rasanae Barat, Rasanae Timur, Asakota, Raba, dan Mpunda.

Potensi perluasan cuaca ekstrem juga mencakup Kabupaten Lombok Utara di Kecamatan Tanjung, Gangga, Kayangan, Bayan, dan Pemenang. Di Kabupaten Lombok Tengah, perluasan diperkirakan terjadi di Kecamatan Praya, Batukliang, Pujut, Praya Barat, Praya Timur, Janapria, Pringgarata, Kopang, Praya Tengah, serta Batukliang Utara.

Untuk wilayah Sumbawa, potensi hujan lebat disertai angin kencang diprediksi meluas ke Kecamatan Alas, Batu Lanteh, Sumbawa, Moyo, Lape, Plampang, Empang, Labuhan Badas, Tarano, hingga Buer. Sementara di Kabupaten Bima, potensi perluasan meliputi Kecamatan Bolo, Belo, Wawo, Sape, Wera, Ambalawi, Lambu, Lambitu, dan Palibelo. Kabupaten Sumbawa Barat juga masuk dalam wilayah potensi perluasan, khususnya Kecamatan Brang Rea.

BMKG menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 09.30 WITA. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan, seperti jalanan licin, berkurangnya jarak pandang, potensi pohon tumbang, serta banjir sesaat.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar segera mencari tempat berlindung yang aman apabila terjadi kilat atau petir dengan intensitas tinggi.(RED)

×