Kota Bima, Beritabima.com - Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, S.H., bersama jajaran melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Drainase Primer Ruas Penatoi–Santi yang berada di wilayah Kelurahan Santi dan Kelurahan Monggonao, Selasa (20/01/2026). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan fasilitasi warga Kelurahan Monggonao RT 07/RW 03 terkait pelaksanaan proyek normalisasi dan pembangunan infrastruktur drainase di kawasan itu.
![]() |
| Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, S.H., bersama jajaran melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Drainase Primer,Selasa,20/1/26 |
Peninjauan lapangan dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bima, Lurah Monggonao, Sekretaris Lurah Santi, serta melibatkan warga masyarakat yang terdampak langsung oleh pekerjaan konstruksi drainase.
Ketua DPRD Kota Bima turut didampingi Anggota Komisi III DPRD Kota Bima, yakni Amir Syarifuddin, S.HI., Vivi Deliana Febrianti, dan H. Erwinsyah. Kehadiran unsur legislatif bersama instansi teknis tersebut bertujuan untuk memastikan penanganan persoalan dilakukan secara komprehensif, objektif, dan berkeadilan.
Dalam peninjauan itu, diketahui bahwa pekerjaan yang direncanakan berupa konstruksi L-Gutter sebagai bagian dari sistem drainase primer dengan lebar sekitar 6 meter dan tinggi kurang lebih 3,5 meter. Namun, pelaksanaan pekerjaan mengalami kendala serius akibat persoalan lahan, khususnya adanya keberatan dari salah satu pemilik lahan bernama Bapak Fauzi, yang lahannya terdampak langsung oleh rencana konstruksi.
Ketua DPRD Kota Bima menegaskan bahwa persoalan lahan merupakan faktor krusial yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar pekerjaan konstruksi dapat dilanjutkan tanpa menimbulkan konflik di kemudian hari. Penyelesaian permasalahan tersebut perlu dilakukan melalui musyawarah dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
Lebih lanjut, Ketua DPRD menyampaikan komitmen DPRD Kota Bima untuk berperan aktif menjembatani komunikasi antara warga, pemerintah daerah, dan pihak BBWS Nusa Tenggara I guna menemukan solusi terbaik atau win-win solution. Dengan demikian, proyek strategis ini diharapkan dapat berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat maksimal dalam pengendalian banjir serta peningkatan kualitas lingkungan.
Melalui kunjungan lapangan ini, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi faktual di lapangan, sehingga dapat segera dirumuskan langkah tindak lanjut yang tepat, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.(RED)


