-->

Notification

×

Pentingnya Perhatian Pemerintah Desa untuk Fokus Membangun Desa melalui Branding Produk Hasil Tani

1/16/26 | Jumat, Januari 16, 2026 WIB | 2026-01-17T01:06:13Z

OlehRangga Ranggafitratullah (Mahasiswa Unram) 

Desa merupakan fondasi utama ketahanan pangan dan perekonomian nasional. Hampir seluruh kebutuhan pangan masyarakat bersumber dari desa. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa hingga kini banyak desa masih menjual hasil pertaniannya dalam bentuk mentah, tanpa pengelolaan nilai tambah yang memadai. Akibatnya, petani kerap berada pada posisi lemah dalam rantai pasar, meskipun desa memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah.

Salah satu langkah strategis yang perlu mendapat perhatian serius adalah pengembangan branding produk hasil tani desa. Branding tidak semata-mata soal kemasan yang menarik, tetapi mencakup pembentukan identitas produk, jaminan kualitas, serta kepercayaan konsumen terhadap asal-usul dan keunggulan produk tersebut.

Pertama, branding mampu meningkatkan nilai jual produk pertanian. Selama ini, banyak hasil tani desa dipasarkan tanpa label, tanpa standar mutu yang jelas, serta tanpa identitas asal produk. Kondisi ini menyebabkan harga produk sulit bersaing dan petani bergantung pada tengkulak. Dengan branding yang baik, mulai dari penamaan produk, desain kemasan, hingga jaminan kualitas, produk hasil tani desa dapat memiliki nilai tambah yang signifikan dan menjangkau pasar yang lebih luas, baik lokal maupun nasional.

Kedua, peran pemerintah desa dan pemuda sangat strategis dalam pengembangan branding produk. Pemerintah desa dapat mengambil peran melalui penyusunan kebijakan, penyelenggaraan pelatihan, serta pemanfaatan dana desa untuk mendukung pengemasan, sertifikasi, dan pemasaran produk. Di sisi lain, pemuda desa menjadi ujung tombak inovasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana promosi. Kolaborasi antara pemerintah desa, petani, dan pemuda sangat penting agar pengembangan produk tidak berhenti pada proses produksi semata, tetapi juga mencakup distribusi dan promosi yang berkelanjutan.

Ketiga, branding produk hasil tani mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi desa. Produk desa yang memiliki merek dan dikenal pasar akan membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan memperkuat struktur ekonomi desa secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar.

Dengan pengelolaan yang tepat dan terarah, desa tidak lagi sekadar menjadi penghasil bahan mentah, tetapi mampu berperan sebagai pelaku utama dalam rantai ekonomi. Oleh karena itu, branding produk hasil tani harus menjadi agenda bersama antara pemerintah desa, petani, dan pemuda, demi mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

×