Kota Bima, Beritabima.com - Seorang tenaga kesehatan yang menangani program Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) di Puskesmas Mpunda, Evi, mengungkap temuan kasus perilaku seks bebas berisiko yang melibatkan seorang remaja menjelang usia 18 tahun di Kota Bima. Temuan tersebut disampaikan Evi melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada 31 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
![]() |
| Programer Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Puskesmas Mpunda, Evi |
Dalam keterangannya, Evi menjelaskan bahwa remaja tersebut datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan yang mengarah pada infeksi menular seksual. Berdasarkan pengakuan pasien, yang disampaikan secara terbuka kepada petugas medis, remaja tersebut telah melakukan hubungan seksual dengan enam orang yang berbeda.
“Dengan seizin pasien ya sy bagi cerita edukasi ini agar masyarakat semakin melek bahwa di sekitar kita banyak remaja kita berperilaku seks bebas berisiko,” tulis Evi dalam unggahannya.
Ia juga mengungkapkan kondisi pasien saat pertama kali memeriksakan diri.
“Usia menjelang 18 tahun sudah melakulan hubungan seks dengan 6 perempuan yang berbeda dan datang dengan keluhan kencing bernanah,” ungkapnya.
Menurut Evi, penyampaian kasus ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk membuka identitas pasien, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya perilaku berisiko di kalangan remaja yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan reproduksi dan masa depan generasi muda.
“Maaf jika ada yang tidak berkenan dengan cara dan tehnik saya memberi edukasi yaa,” tambahnya.
Evi juga menegaskan bahwa data yang ia sampaikan terbatas pada wilayah kerja Puskesmas Mpunda yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk data secara menyeluruh di Kota Bima, ia menyarankan agar dilakukan konfirmasi langsung ke Dinas Kesehatan Kota Bima.
Ia menyebutkan bahwa dalam sistem aplikasi kesehatan, data yang umumnya tercatat secara nasional adalah kasus HIV. Sementara itu, penyakit menular seksual lain seperti sifilis dan gonore masih belum terdata secara sistematis, meskipun menurutnya hampir setiap hari terdapat pasien yang datang dengan keluhan yang mengarah pada penyakit tersebut.
Saat ini, tercatat sebanyak 28 orang positif HIV di wilayah kerja Puskesmas Mpunda yang sedang menjalani terapi antiretroviral (ARV). Puskesmas Mpunda sendiri telah menyediakan layanan PDP HIV (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan), yaitu layanan kesehatan komprehensif bagi Orang dengan HIV (ODHIV) yang mencakup akses ARV, konseling, dukungan psikososial, serta pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memutus rantai penularan.
Sementara Kepala Puskesmas Mpunda, Bidan Suharti S.ST, menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperkuat upaya promotif dan preventif, khususnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja dan masyarakat umum. Ia juga mengimbau orang tua agar lebih aktif melakukan pengawasan dan komunikasi terbuka dengan anak-anak mereka terkait pergaulan dan kesehatan reproduksi.
Menurutnya, kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk menekan angka perilaku berisiko serta mencegah penyebaran penyakit menular seksual di Kota Bima.(RED)




