JAKARTA - Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima dan Direktur RSUD Kota Bima melaksanakan audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, Rabu (4/3/2026).
Audiensi yang berlangsung di Aula Cut Meutia Lantai 2 Blok A Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Pusat tersebut merupakan tindak lanjut Pemerintah Kota Bima dalam meningkatkan fasilitas kesehatan modern bagi masyarakat.
Pertemuan antara Pemerintah Kota Bima dan Kementerian Kesehatan RI membahas rencana pemenuhan sarana dan prasarana alat kesehatan untuk RSUD Kota Bima, Puskesmas, serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bima guna meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan primer maupun rujukan daerah.
Sebelumnya, pada 27 Februari 2026, Menteri Kesehatan RI telah mengunjungi RSUD Kota Bima untuk meninjau langsung gedung utama rumah sakit yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI.
Secara fisik, pembangunan gedung utama RSUD Kota Bima telah selesai pada 26 Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir pengerjaan, meliputi finishing serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Masa kontrak pekerjaan berlangsung hingga Juli 2026. Selanjutnya, proses pemindahan peralatan medis dan persiapan operasional dijadwalkan pada Juli hingga Agustus 2026. Peresmian RSUD Kota Bima direncanakan pada Agustus 2026 setelah seluruh pembangunan, termasuk gedung rawat inap, rampung sepenuhnya.
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI atas dukungan terhadap peningkatan fasilitas layanan kesehatan di Kota Bima.
"Pembangunan RSUD ini dipandang bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin keselamatan serta meningkatkan kualitas hidup warga Kota Bima dan sekitarnya," ungkap Wali Kota.
Wali Kota menyebutkan, RSUD Kota Bima dirancang dengan kapasitas 100 tempat tidur dan dibangun melalui skema pembiayaan tahun jamak (multi years).
"Pembangunan RSUD Kota Bima tidak hanya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), tetapi juga mendapat dukungan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Kota Bima sebagai wujud komitmen daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyatakan Kementerian Kesehatan akan mendukung pemenuhan standar sarana dan prasarana medis, termasuk penyediaan alat kesehatan yang dibutuhkan.
Menkes juga mendorong Pemerintah Kota Bima untuk menambah ruang rawat inap agar jumlah tempat tidur dapat disesuaikan dengan rasio jumlah penduduk. Ia menegaskan, pemenuhan alat kesehatan dan ambulans diupayakan dapat direalisasikan pada tahun 2027.
"Kemenkes mendorong pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, agar dapat diprioritaskan tenaga dari putra-putri asli daerah," pungkasnya.
Audiensi tersebut berlangsung hangat sebagai wujud dukungan pemerintah pusat dalam menghadirkan fasilitas layanan kesehatan modern bagi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya. Turut hadir dalam rombongan Bupati Lombok Timur beserta jajaran.(RED)





