BIMA – Dalam rangka memaksimalkan pelayanan di Pelabuhan Bima menjelang arus mudik Lebaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bima menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan Posko Terpadu Tahun 2026 M/1447 H. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026 di Aula KSOP Bima.
Rapat koordinasi ini dihadiri sejumlah instansi terkait, di antaranya BKK Mataram, Pemerintah Kota Bima, Polres Bima Kota, PT Pelni, Kodim 1608/Bima, Pol Airud, Imigrasi, Pelindo, BMKG, KP3 Laut, Distrik Navigasi, TNI AL Bima, serta Jasa Raharja.
Kepala KSOP Kelas IV Bima, Junaidi menyampaikan bahwa rakor tersebut merupakan langkah awal dalam menyambut arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan kementerian guna memastikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya terkait kesiapan fasilitas pelabuhan, armada transportasi laut, serta aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.
“Diharapkan masyarakat dapat menikmati layanan terbaik, aman, selamat, dengan armada yang bersih, edukatif, dan ramah,” ungkap Junaidi.
Ia menjelaskan, Posko Terpadu arus mudik Lebaran Tahun 2026 dijadwalkan mulai beroperasi pada 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi berbagai instansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut.
Junaidi juga menegaskan bahwa pembentukan posko ini merupakan bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar pelaksanaan mudik dapat berjalan tertib, aman, dan lancar sesuai dengan target yang diharapkan.
“Diharapkan masyarakat dapat menikmati layanan terbaik, aman, selamat, dengan armada yang bersih, edukatif, dan ramah,” ungkap Junaidi.
Selain itu, melalui rakor ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi antarinstansi dalam memberikan pelayanan pada Posko Terpadu, termasuk menghadirkan berbagai layanan pendukung seperti layanan kesehatan, Jasa Raharja, serta fasilitas lainnya demi kenyamanan para pemudik.
“Rakor ini terbangun menyatukan persepsi dalam pelayanan Posko Terpadu, termasuk menghadirkan layanan pendukung seperti layanan kesehatan, Jasa Raharja, serta fasilitas lainnya demi kenyamanan para pemudik,” tutup Junaidi.(RED)





