-->

Notification

×

Logika Terbalik Ternak Liar: Pemilik Lepas Tangan, Satpol PP Jadi Sasaran, Pengendara Jadi Korban

4/20/26 | Senin, April 20, 2026 WIB | 2026-04-20T02:56:24Z

KOTA BIMA - Permasalahan klasik mengenai hewan ternak yang berkeliaran bebas di jalan raya hingga taman kota kembali memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat Kota Bima. Kehadiran sapi-sapi di area publik ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi fenomena ini, Pada Minggu, 19 April 2026, salah satu warga Kota Bima, Alex Afzal,MH memberikan kritik tajam melalui status media sosialnya. Ia menyoroti fenomena "salah sasaran" dalam kritik publik yang selama ini lebih sering memojokkan aparat penegak Perda daripada menyentuh akar permasalahan sebenarnya, yakni kesadaran pemilik ternak.

"Jarang sekali kita bertanya: kenapa sapi itu ada di jalan? Kok malah membully slogan?" tulis Alex dalam status facebooknya.

Menurutnya, publik seolah-olah menempatkan Satpol PP sebagai pihak yang harus bertanggung jawab penuh menjaga ternak selama 24 jam, padahal sapi bukanlah mahluk liar dan jelas memiliki pemilik yang seharusnya mengandang hewan tersebut.

Alex juga menyentil logika terbalik yang sering terjadi di lapangan saat terjadi kecelakaan. Ia menekankan betapa tidak adilnya situasi bagi pengguna jalan yang seringkali justru dimintai ganti rugi oleh pemilik ternak ketika terjadi tabrakan, padahal kendaraan korban mengalami kerusakan parah akibat ternak yang dilepas liar.

"Ntar kalau sapinya ditabrak mobil, malah yang punya mobil yang disalahkan dan minta ganti rugi. Udah mobilnya rusak parah pula. Yang melepas ternak merasa benar, yang menghindari bahaya justru disalahkan," tegas Seklu Kelurahan Manggemaci pada akun Pribadinya Alex Afzal.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh warga untuk berhenti mencari "kambing hitam" atau sekadar menyalahkan pihak lain. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap Kota Bima harus dimulai dari hal mendasar, yaitu tanggung jawab moral pemilik untuk tidak melepas ternaknya ke jalan raya.

Fenomena ternak liar di Kota Bima memang masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Meski razia sering dilakukan, minimnya kesadaran pemilik ternak tetap menjadi kendala utama dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di jantung kota.(RED)

×