-->

Notification

×

Resmi Dilantik, Bupati Lobar dan Ady Mahyudi Pimpin Formasi Strategis DPW PAN NTB

4/18/26 | Sabtu, April 18, 2026 WIB | 2026-04-18T03:12:25Z

MATARAM – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), resmi melantik Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025-2030. Pelantikan ini menjadi momentum bagi PAN untuk memanaskan mesin partai menuju target ambisius: menembus posisi empat besar nasional pada Pemilu mendatang.

LAZ hadir menggantikan Muazzim Akbar yang kini bertugas sebagai Anggota Komisi IX DPR RI. Dalam formasi anyar ini, posisi Sekretaris diisi oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, sementara bendahara dipercayakan kepada Hasbullah Muis Konco, anggota DPRD NTB.

Dilansir dari detik bali, Dalam arahannya, Zulhas memberikan pesan menohok bagi para kader yang duduk di kursi eksekutif maupun legislatif. Ia mewanti-wanti agar jabatan tidak membuat mereka buta terhadap penderitaan rakyat.

"Saya minta juga bupati-bupati ini jangan sibuk sendiri, teman-teman DPR jangan hanya nongkrong fokus bantu rakyat. Apa yang berubah setelah saudara jadi bupati atau anggota DPR, itu yang akan diminta pertanggungjawaban," ujarnya tegas.

Zulhas menegaskan bahwa target PAN masuk empat besar pada Pemilu 2029 bukanlah sekadar omon-omon politik. Hal itu harus dibuktikan dengan kerja nyata yang terukur, terutama dalam menyentuh isu-isu akar rumput seperti kesejahteraan petani dan nelayan.

"Seluruh kader PAN di eksekutif dan legislatif harus fokus bekerja nyata, bermanfaat, dan terukur. Hasilnya harus dirasakan langsung oleh rakyat," katanya.

Ia menambahkan, saat ini PAN sedang mengarahkan kemudi politiknya pada penguatan ketahanan pangan nasional. "PAN sekarang fokus agar pangan cukup, fokus agar petani kita sejahtera, fokus nelayan nilai tukar naik, fokus ke situ dulu agar 30 persen rakyat miskin petani, nelayan dan peternak ini juga selesai, itu dulu kita urus," tegas Zulhas.

Pria yang akrab disapa Bang Zul ini kembali mengingatkan anak buahnya untuk tidak terlena dengan fasilitas jabatan. "Apa yang berubah setelah saudara jadi bupati, jadi anggota DPR, lihat, semua yang kita lakukan akan diminta pertanggungjawaban," jelasnya.

Meski pada Pemilu 2024 PAN berada di posisi kedelapan dengan raihan 10.984.003 suara (7,24%), Zulhas optimis lompatan besar akan terjadi jika program pemerintah saat ini sukses dieksekusi.

"Kami ingin menuntaskan kebijakan-kebijakan, program-program yang sekarang kita kerjakan, mungkin satu kali tidak cukup, Koperasi Desa, soal ketahanan panahan, hilirisasi, kan banyak sekali yang harus kita kerjakan," tukasnya.

Selain memperkuat internal, Zulhas memastikan bahwa kemitraan strategis dengan Partai Gerindra tetap akan dijaga rapat hingga Pemilu 2029. Ia menyebut hubungan ini bukan sekadar soal menang, tapi soal kesetiaan.

"Kita ini kalah aja tiga kali, kalah aja 15 tahun, itu bukan kebetulan tapi itu komitmen yang sudah teruji," tegas Zulhas.

Menanggapi mandat tersebut, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan konsolidasi total di seluruh wilayah NTB.

"Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni organisasi. Ini titik awal kerja-kerja besar yang harus kita lakukan bersama," ujar LAZ.

Baginya, tidak ada strategi kampanye yang lebih ampuh selain menunjukkan hasil kerja kepada konstituen. "Kampanye terbaik hari ini adalah kerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," tuturnya.

Menatap kontestasi mendatang, LAZ mematok target tinggi untuk menambah kursi di DPRD NTB yang saat ini baru terisi empat kursi. "Kita optimistis, setiap dapil harus ada kursi terisi. Itu target kita," tandasnya.(RED)

×