-->

Notification

×

Sat Polairud Polres Bima Kota Evakuasi 5 Nelayan yang Kandas di Perairan Gili Banta

6/19/26 | Jumat, Juni 19, 2026 WIB | 2026-06-19T04:19:07Z

BIMA – Personel Sat Polairud Polres Bima Kota berhasil mengevakuasi lima awak kapal nelayan KMN Putri Novi yang kandas setelah menabrak karang di perairan Toro Mangeata – Gili Banta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 19.00 WITA akibat hantaman arus kuat.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Pol Air Iptu Sarif Rijaidinsyah S.H menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait insiden tersebut pada pukul 21.00 WITA. Kapal berbobot GT 5 yang dikapteni oleh Tison bersama empat ABK-nya itu diketahui sedang berlayar dari Nangalili, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, dengan muatan ikan dan es.

"Saat melintas di sekitar perairan Tanjung Toro Mangeata – Gili Banta, kapal menghadapi kondisi arus yang cukup kuat disertai situasi pasang surut air laut. Akibatnya, kapal kehilangan kendali kemudi dan terseret hingga menabrak karang serta kandas di kawasan tersebut," ujar Iptu Sarif dalam keterangan resminya.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Sat Polairud Polres Bima Kota, personel PSDKP, dan nelayan Sape segera bergerak menggunakan KP XXI-2008 menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Tim evakuasi tiba di lokasi kejadian pada pukul 23.42 WITA. Seluruh kru yang berjumlah lima orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat, sementara kapal KMN Putri Novi masih tertinggal di lokasi dalam keadaan kandas. Pada Jumat (19/6/2026) pukul 01.10 WITA, tim bersama para korban bertolak kembali dan tiba di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPI) Sape dengan aman pada pukul 02.35 WITA.

Atas keberhasilan operasi ini, Iptu Sarif menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak, mulai dari personel PSDKP hingga masyarakat nelayan yang sigap membantu proses evakuasi.

"Kami bersyukur seluruh kru kapal dapat dievakuasi dengan selamat. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut saat berlayar demi keselamatan bersama," tutupnya.(RED)
×