KOTA BIMA – Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kota Bima bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima menggelar sosialisasi bertajuk "Pencegahan Kekerasan, Penciptaan Lingkungan yang Aman serta Penguatan Layanan Masyarakat" di Aula Kantor Kelurahan Tanjung, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus memperkuat layanan perlindungan di tingkat kelurahan yang dilakukan Satgas PPA Kota Bima.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala DP3A Kota Bima Syahruddin, Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Bima,Didin, Lurah Kelurahan Tanjung, Irwan, beserta jajaran, anggota Satgas PPA, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta peserta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala DP3A Kota Bima, Syahruddin, SH., MH, menegaskan bahwa persoalan kekerasan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"Persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Namun, dengan kepedulian, kebersamaan, dan kolaborasi semua pihak, kita dapat mencegah kekerasan sejak dini serta menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak," ujarnya.
Ia menjelaskan, DP3A tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga telah menghadirkan berbagai program pendampingan dan bantuan sesuai kewenangan dinas bagi keluarga yang menghadapi persoalan sosial maupun ekonomi.
Menurut Syahruddin, pemerintah juga telah menyiapkan layanan penanganan korban kekerasan secara terpadu melalui pendampingan advokat, psikolog, serta jejaring lintas sektor agar korban memperoleh perlindungan hukum, pendampingan psikologis, hingga proses pemulihan secara menyeluruh.
"Korban tidak boleh merasa sendiri. Pemerintah hadir memberikan perlindungan melalui layanan hukum, pendampingan psikolog, dan berbagai bentuk bantuan lainnya agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik," katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Satgas PPA memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan kekerasan di lingkungan masyarakat. Para anggota Satgas diharapkan mampu mendeteksi potensi kekerasan, memberikan edukasi kepada warga, serta segera melaporkan setiap kasus agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Syahruddin juga mengungkapkan bahwa sejumlah faktor yang kerap memicu terjadinya kekerasan antara lain persoalan ekonomi, pengangguran, beban utang, hingga pola asuh yang keras dalam keluarga. Karena itu, ia mengajak seluruh unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun lingkungan yang aman, harmonis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Kemudian dikonfirmasi usia kegiatan, Ketua Satgas PPA Kota Bima Didin menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan upaya nyata dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kota Bima.
"Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di kelurahan - kelurahan se kota Bima," Harapnya.
Sementara itu, Lurah Kelurahan Tanjung Irwan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Satgas PPA dan DP3A Kota Bima dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan kekerasan sekaligus memperkuat peran warga dalam melindungi perempuan dan anak.
"Kami berharap materi yang disampaikan para narasumber tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat semakin peduli, berani melapor apabila terjadi kekerasan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, ramah bagi perempuan dan anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan," harapnya.
Melalui kegiatan ini, Satgas PPA bersama DP3A Kota Bima berharap terbangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan responsif terhadap setiap bentuk kekerasan, sehingga perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kota Bima dapat semakin optimal.(RED)

