-->
×

Wawali Bima Ajak MUI Bersinergi Lindungi Generasi Muda dari Penyakit Masyarakat

7/30/26 | Kamis, Juli 30, 2026 WIB | 2026-07-30T08:06:49Z

KOTA BIMA – Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, S.H., menerima silaturahmi dan audiensi jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima di ruang kerja Wakil Wali Kota Bima, Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya pencegahan penyakit masyarakat melalui sinergi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bima.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kota Bima dan MUI dalam menyikapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Sejumlah isu menjadi perhatian bersama, di antaranya penyalahgunaan narkoba, minuman keras (miras), judi online (judol), serta isu LGBT. Berbagai persoalan tersebut dinilai memerlukan perhatian serius melalui langkah pencegahan, edukasi, pembinaan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Bima menegaskan bahwa penanganan penyakit masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga.

"Kita perlu bersama-sama melakukan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi online maupun berbagai perilaku sosial yang dapat merusak masa depan generasi kita," ujar Wakil Wali Kota.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima terbuka terhadap berbagai masukan dan saran dari MUI serta akan terus memperkuat koordinasi dalam menangani persoalan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, persoalan yang terjadi di tengah masyarakat tidak cukup hanya dibahas, tetapi harus diikuti dengan langkah nyata dan kolaborasi semua pihak.

"MUI memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan ulama harus terus kita tingkatkan dengan langkah nyata yang dilakukan secara bersama. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan MUI, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pencegahan dan pembinaan," tuturnya.

Mengakhiri audiensi tersebut, Wakil Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda Kota Bima dari berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam masa depan mereka.

"Mari kita jaga Kota Bima, khususnya generasi muda, agar terhindar dari hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, insya Allah berbagai persoalan sosial di daerah kita dapat kita atasi secara bertahap," pungkasnya.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kota Bima dan MUI berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat dalam mewujudkan masyarakat yang religius, aman, dan terbebas dari berbagai penyakit masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.(RED)

×