-->

Notification

×

Gubernur Iqbal Serukan Musorprov KONI NTB Damai, Satukan Kekuatan Menuju PON 2028

8/30/26 | Minggu, Agustus 30, 2026 WIB | 2026-08-31T01:27:38Z

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh masyarakat dan insan olahraga menjaga suasana tetap tenang, damai dan sportif menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB.

Musorprov tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan Ketua KONI NTB periode 2026–2030. Namun, Gubernur Iqbal mengingatkan agar dinamika pergantian kepemimpinan tidak sampai mengganggu soliditas insan olahraga NTB.

Menurutnya, seluruh energi dalam proses Musorprov harus diarahkan menjadi kekuatan positif untuk mempersiapkan NTB menghadapi agenda besar sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Daerah Khusus Jakarta.

“Tidak ada yang perlu diperdebatkan, tidak ada yang perlu membuat kita harus naik tensi. Kita jalani ini dengan kalem, kita jalani ini dengan tenang,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Gubernur memastikan komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar proses transisi kepemimpinan KONI NTB berjalan kondusif. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua KONI NTB Mori Hanafi, KONI Pusat, serta pihak-pihak terkait.

“Saya terus berkomunikasi dengan Pak Haji Mori Hanafi, dengan KONI Pusat, dan semua pihak. Kita sepakat bahwa proses ini harus berjalan dengan damai, baik, dan lancar,” tegasnya.

PON 2028 Jadi Tanggung Jawab Bersama

Miq Iqbal menilai NTB saat ini memiliki agenda yang jauh lebih besar daripada sekadar pergantian kepemimpinan organisasi olahraga.

Sebagai salah satu tuan rumah PON 2028, NTB membutuhkan persiapan panjang, koordinasi lintas sektor, kerja sama berbagai pihak serta soliditas seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Karena itu, suasana internal dunia olahraga harus tetap dijaga. Persiapan PON 2028 membutuhkan energi, konsentrasi dan kolaborasi, bukan konflik yang justru dapat menguras perhatian.

“Kita ingin memasuki persiapan PON 2028 dengan suasana hati yang senang, damai, karena kita punya beban moral yang sangat berat untuk memastikan PON 2028 berlangsung dengan baik,” katanya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk sementara mengarahkan perhatian pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, momentum tersebut penting untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat kebersamaan sebelum menghadapi berbagai agenda besar daerah.

“Mari sementara waktu kita fokus ke persiapan HUT RI. Ini momen yang sangat penting buat kita untuk merefleksikan apa yang sudah kita lakukan dan apa yang ingin kita capai ke depan,” ujarnya.

Siapa Pun Terpilih Harus Rangkul Semua Kekuatan

Miq Iqbal menegaskan, siapa pun yang nantinya maju dan terpilih memimpin KONI NTB diyakini memiliki niat dan komitmen untuk memajukan olahraga daerah.

Karena itu, proses pemilihan harus ditempatkan sebagai bagian dari mekanisme organisasi dan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan di antara insan olahraga.

“Tetap tenang, tetap sportif. Semua punya keinginan dan komitmen yang sama untuk melihat NTB lebih baik dalam semua hal, termasuk di dunia olahraga,” tegasnya.

Bagi Gubernur, Musorprov merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi. Sementara PON 2028 merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh kekuatan olahraga NTB.

Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin KONI NTB diharapkan dapat segera merangkul seluruh kekuatan olahraga dan mengubah dinamika yang terjadi menjelang Musorprov menjadi energi bersama.

Tujuannya satu, yakni memperkuat olahraga NTB dan mengharumkan nama daerah pada PON 2028.(RED

×