-->

Notification

×

Jalan Provinsi Rusak, Pemuda Muhammadiyah Bima Desak Pemprov NTB Bertindak

8/31/26 | Senin, Agustus 31, 2026 WIB | 2026-08-31T04:13:40Z

BIMA – Kondisi sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kabupaten Bima kembali menjadi sorotan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima. Kerusakan jalan yang terjadi di sejumlah titik dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berlaku adil dan proporsional dalam mengalokasikan APBD Provinsi NTB melalui APBD Perubahan.

Mereka mendesak pemerintah provinsi segera memperbaiki sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan parah sebelum musim hujan tiba, terutama jalan provinsi di wilayah Soromandi, Ambalawi-Wera, Monta dan sejumlah wilayah lainnya.

Ruas jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi jalan saat ini mengalami kerusakan berupa lubang, permukaan jalan bergelombang, hingga sejumlah bagian badan jalan yang mulai mengalami penurunan.

“Jalan ini digunakan setiap hari oleh masyarakat. Kami berharap pemerintah Provinsi NTB segera turun tangan karena kondisi jalan semakin memprihatinkan, apalagi sebentar lagi musim Hujan,” ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Dr. Hajairin, S.H., M.H selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima, kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Kondisi tersebut, kata dia, semakin mengkhawatirkan ketika musim hujan tiba. Lubang dan kerusakan pada badan jalan berpotensi semakin parah serta sulit terlihat oleh pengguna jalan karena tertutup genangan air.

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi memperbaiki ruas jalan secara menyeluruh agar dapat digunakan secara aman dan nyaman dalam jangka panjang.

“Kami bukan hanya meminta jalan ditambal, tetapi berharap ada perbaikan yang benar-benar berkualitas dan tahan lama,” Ungkapnya dengan nada kecewa.

Selain menuntut perbaikan infrastruktur, Pemuda Muhammadiyah juga meminta adanya kejelasan dari Pemerintah Provinsi NTB terkait pengalokasian anggaran melalui APBD Perubahan untuk penanganan ruas-ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah di Kabupaten Bima.

Mereka menegaskan, apabila tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, masyarakat disebut akan mengambil langkah protes terhadap kondisi jalan yang selama ini menjadi akses vital bagi warga.

“Apabila dalam waktu dekat ini tidak ada kejelasan melalu APBD Provinsi Perubahan, maka jangan salahkan kami dan masyarakat akan memboikot pada beberapa titik jalan yang rusak parah saat ini, "Pungkasnya dengan tegas.(RED

×