-->

Notification

×

Kampung Nelayan Merah Putih Tanjung Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

9/22/26 | Selasa, September 22, 2026 WIB | 2026-09-22T08:07:58Z

KOTA BIMA – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, mulai berjalan. Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama Pemerintah Kota Bima meninjau lokasi pembangunan pada Selasa (22/9/2026).

Peninjauan tersebut dihadiri perwakilan KKP yang diwakili Suraji, S.H., perwakilan sah dari PPK KNMP Merah Putih wilayah Nusa Tenggara, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima, Camat Rasanae Barat, Lurah Tanjung, Danramil Rasanae, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, unsur RT/RW, penyuluh perikanan serta pihak terkait lainnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima, H. Junaidin, S.T., mengatakan pembangunan KNMP merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kawasan pesisir Kota Bima. Ia berharap pembangunan tersebut tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Dengan adanya pembangunan Kampung Nelayan ini, kami berharap ekonomi masyarakat meningkat dan aktivitas UMKM semakin berkembang,” kata H. Junaidin.

Ia menjelaskan, program Kampung Nelayan di Kota Bima tidak lepas dari dukungan komunikasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama Dinas Kelautan dan Perikanan serta tim KNMP KKP pusat sehingga Kota Bima mendapatkan alokasi anggaran untuk dua lokasi pada Tahun Anggaran 2026.

“Insyaallah, di tahun selanjutnya kita akan ditambah lagi anggaran lanjutan untuk pembangunan KNMP di dua lokasi tersebut, yaitu Tanjung dan Kolo,” kata H. Junaidin.

Pembangunan KNMP Tanjung dikerjakan CV Marangga Jaya Perkasa berdasarkan kontrak/SPMK Nomor B.24784/DJPT.6/PI.420/PPK/IX/2026 tertanggal 3 September 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp2,32 miliar.

Menurut H. Junaidin, kawasan tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi ruang ekonomi sekaligus destinasi wisata pesisir.

“Tidak menutup kemungkinan ke depan kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata. Karena itu, pemanfaatannya harus dimaksimalkan dan bisa menjadi ikon bagi Kelurahan Tanjung,” ujarnya.

Selain di Tanjung, pembangunan KNMP di Kelurahan Kolo juga telah dimulai beberapa pekan sebelumnya dengan nilai kontrak Rp4,355 miliar.

Pemkot Bima berharap kedua kawasan KNMP tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir serta memberikan manfaat jangka panjang bagi nelayan dan pelaku usaha di Tanjung dan Kolo.(RED)

×