-->

Notification

×

Bukan Sekadar Balapan, Wagub NTB Dorong MotoGP Mandalika Gerakkan Ekonomi Daerah

10/02/26 | Jumat, Oktober 02, 2026 WIB | 2026-10-02T04:55:56Z

JAKARTA - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa MotoGP Mandalika tidak boleh hanya menjadi event olahraga internasional yang ramai saat balapan berlangsung.

Menurutnya, gelaran MotoGP harus mampu menjadi penggerak ekonomi NTB secara berkelanjutan, termasuk memperluas pasar UMKM, membuka ruang bagi seniman dan budaya lokal, memperkuat pariwisata, serta menghidupkan kalender event di berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri peluncuran buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun, yang mencakup dampak langsung, tidak langsung, dan lanjutan.

Wagub NTB menilai angka tersebut menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dari penyelenggaraan event olahraga internasional. Namun, manfaat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah event selesai.

“Keberhasilan MotoGP tidak hanya kita lihat dari jumlah penonton, tetapi bagaimana citra Mandalika semakin kuat, wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik, dan kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah secara berkelanjutan,” ujar Wagub yang akrab disapa Umi Dinda.

Ia menyebut keterlibatan UMKM menjadi salah satu sektor yang terus diperkuat. Dari tahun ke tahun, semakin banyak pelaku UMKM yang terlibat dalam rangkaian MotoGP dan mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan.

Selain UMKM, ruang bagi seniman dan pelaku budaya lokal juga terus didorong. Tari daerah, karya seni hingga tradisi seperti Betabeq dihadirkan dalam rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan identitas NTB di panggung internasional.

“Semuanya bagian dari kearifan lokal dan mengangkat adat budaya yang ada di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Pemprov NTB juga mendorong agar wisatawan yang datang ke Mandalika tidak hanya beraktivitas di sekitar sirkuit. Wisatawan diharapkan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama dengan mengunjungi berbagai destinasi, menikmati budaya, serta mengikuti beragam kegiatan di Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Strategi tersebut diperkuat melalui penyusunan kalender event daerah dari awal hingga akhir tahun. Mandalika tetap menjadi salah satu magnet utama, namun manfaat ekonominya diharapkan dapat menyebar ke berbagai daerah.

Pemprov NTB juga terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar penyelenggaraan event internasional tersebut memberikan ruang lebih besar bagi local tourism, UMKM, seni dan budaya daerah.

Dengan demikian, MotoGP Mandalika diharapkan tidak hanya menjadi magnet global saat perlombaan berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi NTB yang terus tumbuh sepanjang tahun.(RED)

×