Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Diduga Oknum Honorer Lakukan Politik Praktis Dukung Salah satu Bacalon Wali Kota Bima

6/24/24 | 6/24/2024 WIB Last Updated 2024-06-24T15:54:59Z
Screenshoot group FTTA yang beredar. 

Kota Bima, Beritabima.com - Berawal dari chat Whats App (WA) bocor, Diduga oknum honorer yang tergabung dalam Forum Tenaga Teknis Administrasi (FTTA) Kota Bima diduga terlibat politik praktis dengan melakukan  konsolidasi yang menguntungkan salah satu Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Bima. 

Hal itu diketahui berawal dari beredarnya tangkapan layar percakapan di grup Whatsapp (WA) FTTA K2. Di media sosial Facebook. 

Dalam obrolan tersebut, oknum honorer yang menjabat sebagai sekretaris forum mengajak seluruh honorer di Kota Bima untuk mendukung Penjabat (Pj) Wali Kota Bima (Red : Mohammad Rum) menjadi Wali Kota Bima.

“Diharapkan kepada teman-teman yang merasa diri honorer di tiap OPD/Instansi untuk membuat pernyataan sikap balas budi mendukung PJ Wali Kota Bima untuk naik jadi Wali Kota Bima,” tulis Hendra (Red : nama samaran) dalam tangkapan layar obrolan grup WA yang diperoleh media ini pada Minggu (24/06/2024).

Lebih lanjut, menurut Hendra, apa yang dilakukan Pj Wali Kota Bima sebagai bukti perhatian terhadap nasib honorer K2.

“Sudah sepantasnya kita membalas budi kebaikan ini dengan kita membantu beliau lolos Wali Kota. Kita kerahkan kekuatan K2 ini,” katanya.

Baca jugaDewan Minta dengan Tegas BKPSDM dan Sekda Panggil Honorer yang Diduga Politik Praktis

Sementara gayung bersambuy, masih dalam chat itu, Ketua FTTA Dedi Alfarianto, menyatakan sependapat dengan Hendra.

“Memang harus ndede romo pak sek, siap perintahnya pak sek (memang harus seperti itu pak sek, siap perintahnya pak sek, Red),” tulis Dedi

Dilansir dari hallo Bima, Dedi juga menyatakan dengan tegas bahwa grup wa itu merupakan grup pemenangan untuk Pj Wali Kota Bima.

Juga yang dilansir dari Halo Bima terkait Klarifikasi Ketua FTTA Kota Bima Dedi mengakui adanya chat di grup WA tersebut. Namun ia mengatakan bahwa yang chat itu adalah sekretaris forum.

“Chat sekretaris itu dikabarkan kepada saya. Itu hanya ungkapan terima kasih saja. Beliau sekretaris mungkin salah ketik barangkali,” kata Dedi melalui pesan Whatsapp.

Dedi juga menyangkal pihaknya terlibat dalam hal politik. Menurutnya itu hanyalah bentuk balas budi dan loyalitas kepada Pj Wali Kota Bima terkait usulan penambahan alokasi tenaga honorer untuk direkrut menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.

Lebih lanjut, menurut Hendra, apa yang dilakukan Pj Wali Kota Bima sebagai bukti perhatian terhadap nasib honorer K2.

“Sudah sepantasnya kita membalas budi kebaikan ini dengan kita membantu beliau lolos Wali Kota. Kita kerahkan kekuatan K2 ini,” jelasnya.

Gayung bersambut, masih dalam chat itu, Ketua FTTA Dedi Alfarianto, menyatakan sependapat dengan Hendra.

“Memang harus ndede romo pak sek, siap perintahnya pak sek (memang harus seperti itu pak sek, siap perintahnya pak sek, Red),” tulis Dedi. (RED

close