-->

Notification

×

Hadapi Cuaca Ekstrem, Wakil Wali Kota Bima Tegaskan Seluruh OPD Siaga Penuh

11/11/25 | 11/11/2025 WIB | 2025-11-11T13:29:39Z

Kota Bima, Beritabima.com - Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir akibat cuaca ekstrem di akhir tahun, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Banjir, bertempat di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Bima, Selasa (11/11/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah Kota Bima, para Asisten, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Inspektur Inspektorat, Kepala Dinas DLH, Kepala Dinas PUPR, serta seluruh camat se-Kota Bima.

Dalam laporan awalnya, Pj Sekretaris Daerah Kota Bima menyampaikan bahwa sebelumnya jajaran perangkat daerah telah melakukan pertemuan untuk memperkuat sistem dan proses penanganan banjir. Sejumlah langkah telah disiapkan, termasuk pembagian tugas lintas sektor sesuai Peraturan Wali Kota, dengan BPBD sebagai koordinator utama dalam penanganan bencana.

“Aspek koordinasi ini sangat penting, mengingat banjir sering kali terjadi pada malam hari. Seperti tahun sebelumnya, kita kembali membuka dapur umum di BPBD, dengan Dinas Sosial bertugas mendistribusikan makanan. Kita juga perlu menyiapkan zona distribusi serta memperbaiki sistem yang belum optimal,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, dalam arahannya menegaskan bahwa menghadapi cuaca ekstrem di akhir tahun 2025 hingga awal 2026, seluruh perangkat daerah harus berada dalam kondisi siaga penuh.

“Penanganan banjir bukan hanya soal niat dan tekad, tapi kesiapan nyata perangkat daerah. Mulai dari logistik, sarana-prasarana, hingga sumber daya manusia harus disiapkan sejak dini agar saat kejadian, kita bisa langsung bergerak cepat,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya menghimpun seluruh potensi yang ada di BPBD, Dinas Sosial, dan instansi terkait lainnya.

“Kita harus mencari solusi terbaik dalam melayani masyarakat terdampak. Siapkan mobil tangki, air bersih, dan kebutuhan logistik. Susun langkah strategis dan daftar kebutuhan utama yang harus tersedia,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPBD Kota Bima melaporkan bahwa kesiapan lembaganya telah mencapai tahap matang, termasuk pembangunan posko besar di kantor BPBD. Namun demikian, ketersediaan logistik dapur umum masih terbatas dan perlu segera dilengkapi.

“Laporan dari kelurahan sangat penting untuk mengetahui kondisi masyarakat terdampak. Sistem komando akan melibatkan TNI dan Polri,” jelasnya.

Adapun Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima melaporkan bahwa stok beras yang disiapkan mencapai 20 ton. Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Bima menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan satu unit mobil tangki, 100 dus mi instan, minyak goreng, 20 dus makanan siap saji, lebih dari satu ton beras, dua dapur umum, serta perlengkapan darurat seperti tenda, kasur lipat, dan selimut bagi warga terdampak.

Dari hasil pembahasan rakor, disepakati dua titik dapur umum utama, masing-masing berlokasi di Kantor BPBD dan Dinas Sosial Kota Bima. Dinas Pemadam Kebakaran juga memastikan kesiapan satu unit mobil tangki serta kebutuhan logistik bagi personelnya.

“Untuk penanganan banjir tahun 2025, seluruh OPD harus siap bersinergi. Tim kaji cepat harus bekerja bersama lurah dan camat untuk melaporkan jumlah warga terdampak secara real time,” tegas Wakil Wali Kota.

Menutup rapat, Feri Sofiyan menginstruksikan agar status siaga bencana segera diberlakukan.

“Bangun tenda di setiap wilayah rawan, tentukan titik evakuasi, dan pastikan semua tahapan dijalankan sesuai SOP. BPBD sebagai koordinator utama harus berkoordinasi dengan seluruh lurah untuk memperbarui data warga terdampak. Semoga langkah kita hari ini dapat meminimalisir dampak banjir di Kota Bima,” tutupnya.(RED)

×