-->

Notification

×

Akademisi Daerah Berkiprah Nasional, Dosen STIT Bima Edit Buku Prof. Yusril Ihza Mahendra

2/11/26 | Rabu, Februari 11, 2026 WIB | 2026-02-11T13:04:13Z

Jakarta, Beritabima.com – Peluncuran delapan buku karya Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Prof. Yusril Ihza Mahendra, menjadi momentum penting bagi dunia hukum dan ketatanegaraan nasional. Kegiatan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kalangan akademisi muda, khususnya dari daerah.

Salah satunya adalah Muhammad Akbar, M.Pd., dosen muda Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima, yang dipercaya menjadi bagian dari tim editor buku karya Prof. Yusril Ihza Mahendra.

Peluncuran buku tersebut berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), dengan mengusung tema “Setengah Abad Dedikasi untuk Bangsa.” Acara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, akademisi, dan kalangan intelektual, serta menjadi penanda penting perjalanan pemikiran Prof. Yusril dalam bidang hukum, demokrasi, dan konstitusi Indonesia.

Salah satu buku utama yang dieditori Muhammad Akbar berjudul The Untold Stories of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra dan Testimoni Kolega. Buku setebal lebih dari 1.000 halaman tersebut memuat rekam jejak pemikiran, pengalaman politik, serta kontribusi Prof. Yusril Ihza Mahendra dalam memperjuangkan nilai-nilai negara hukum dan konstitusionalisme di Indonesia.

Dalam tim editorial, Muhammad Akbar berperan memastikan kualitas akademik, ketepatan argumentasi, serta kesinambungan narasi buku. Keterlibatan dosen muda dari perguruan tinggi di daerah ini menunjukkan terbukanya ruang kontribusi akademisi lintas wilayah dalam produksi karya intelektual berskala nasional.

Selain mengajar di STIT Sunan Giri Bima, Muhammad Akbar juga menjabat sebagai Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M). Ia dikenal aktif dalam kegiatan riset dan kepenulisan, serta telah menghasilkan sejumlah karya buku fiksi dan nonfiksi, baik secara individu maupun kolaboratif.

Pengalaman akademik internasional turut mewarnai perjalanan intelektualnya. Pada 2022, Muhammad Akbar tercatat sebagai pembicara dalam program Student Mobility di tiga negara ASEAN, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura, yang memperkaya perspektif keilmuannya dalam konteks global.

Keterlibatan sebagai tim editor buku Prof. Yusril Ihza Mahendra menjadi capaian sekaligus tanggung jawab intelektual bagi Muhammad Akbar. Ia menilai proses editorial ini sebagai ruang belajar yang berharga dalam merawat gagasan besar seorang tokoh bangsa agar tetap relevan dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Peluncuran delapan buku Prof. Yusril Ihza Mahendra tidak hanya menandai perjalanan panjang dedikasi intelektual seorang guru besar hukum tata negara, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menjaga tradisi keilmuan dan pengabdian bagi bangsa dan negara.(RED

×