-->

Notification

×

Festival Rimpu Mantika 2026: Sarung Nggoli Jadi Primadona dan Angkat UMKM

4/25/26 | Sabtu, April 25, 2026 WIB | 2026-04-26T11:19:16Z

KOTA BIMA - Keindahan sarung nggoli, atau dalam bahasa Bima disebut tembe nggoli, yang merupakan tenunan khas masyarakat Bima, kembali mencuri perhatian dalam perhelatan Festival Rimpu Mantika 2026. Kain tradisional yang sarat makna budaya ini tampil memukau dan menjadi daya tarik utama, sekaligus memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, Sabtu (25/4/2026).

Dalam festival tahunan yang mengangkat budaya rimpu sebagai identitas perempuan Bima, sarung nggoli hadir dengan ragam motif dan warna yang memikat. Peserta pawai rimpu mantika, yang diperkirakan berjumlah puluhan ribu orang, tampak anggun mengenakan rimpu berbahan sarung nggoli, memperlihatkan kekayaan warisan budaya yang tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Para pengrajin dan pengusaha kain tenun yang membuka stan di area festival mengaku kebanjiran pesanan, baik menjelang maupun selama kegiatan berlangsung. Permintaan tidak hanya datang dari masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah yang tertarik menjadikan sarung nggoli sebagai oleh-oleh khas Bima.

“Festival ini sangat membantu kami, penjualan meningkat drastis, bahkan beberapa pesanan datang dari luar daerah,” ungkapnya.

Tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, momentum festival ini juga menjadi ajang promosi efektif untuk memperkenalkan sarung nggoli ke kancah yang lebih luas.

Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Bima terus mendorong pelestarian tenunan tradisional ini melalui berbagai program pemberdayaan dan pelatihan bagi para pengrajin sarung nggoli.

Hadirnya sarung nggoli atau tembe nggoli dalam Festival Pawai Rimpu Mantika membuktikan bahwa warisan budaya lokal tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga potensi ekonomi yang besar, yang mampu mendongkrak peningkatan pendapatan para pelaku UMKM di Kota Bima.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat, sarung nggoli diharapkan terus berkembang dan menjadi ikon unggulan daerah, baik di Bima secara umum maupun Kota Bima secara khusus.

Festival ini mengusung tema “Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah,” yang tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan mengangkat kearifan lokal Kota Bima ke panggung nasional.(RED)

×