KOTA BIMA - Menanggapi terkait sorotan mutasi guru dan penataan kepala sekolah yang sempat diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, H. Mahfud, menyatakan keterbukaannya terhadap kritik dari berbagai pihak.
Kepada media Beritabima, H. Mahfud menegaskan bahwa pihaknya tidak anti-kritik terhadap kebijakan yang diambil, baik di tingkat dinas maupun pimpinan daerah. Namun, ia mengharapkan agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui mekanisme dialog yang konstruktif.
"Kalau ada kebijakan Dikpora maupun pimpinan daerah silakan dikritisi,kita negara demokratis," ujar Mahfud saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).
Ia menekankan pentingnya ruang diskusi sebagai langkah awal dalam mencari solusi atas persoalan pendidikan di Kota Bima. Menurutnya, pertemuan tatap muka dan konsultasi akan lebih efektif untuk membedah masalah secara teknis daripada aksi massa yang dilakukan secara instan.
"Silakan konsultasi dan minta untuk bertemu untuk diskusi," tambahnya singkat.
Pernyataan ini muncul menyusul dipemberitaan audiensi yang dilakukan bersama elemen mahasiswa sebelumnya, yang menyoroti terkait mutasi dan penataan jabatan di lingkungan pendidikan.
Meski mengakui adanya ruang yang layak dikritisi, melalui pernyataan ini, Kadis Dikpora memastikan bahwa saluran komunikasi antara pemerintah dan elemen masyarakat tetap terbuka lebar guna meluruskan persepsi dan memperbaikan tata kelola birokrasi pendidikan yang lebih baik ke depan.(RED)







