-->

Notification

×

Ayah Kandung di Lampung Diduga Tega Cabuli Anak Sendiri

5/14/26 | Kamis, Mei 14, 2026 WIB | 2026-05-15T02:21:36Z

BANDAR LAMPUNG - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mengguncang publik Lampung. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri di wilayah Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Peristiwa memilukan ini telah resmi dilaporkan ke Mapolda Lampung pada Rabu, 13 Mei 2026.'

Dilansir dari Lampungcityinfo, Kasus tersebut pun resmi dilaporkan ke pihak kepolisian setempat dengan Laporan Polisi bernomor: LP/B/358/V/2026/SPKT/POLDA LAMPUNG, dugaan aksi bejat tersebut mulai terungkap setelah korban akhirnya memberanikan diri menceritakan penderitaan yang dialaminya kepada sang ibu dan keluarga terdekat. Selama ini, korban diduga menyimpan rasa takut dan trauma mendalam karena berada di bawah tekanan terlapor.

Dalam dokumen laporan tersebut, peristiwa dugaan pencabulan disebut terjadi berulang kali di kediaman mereka di wilayah Natar sejak pertengahan Januari 2025. Aksi terakhir dilaporkan terjadi pada Mei 2026 saat kondisi rumah dalam keadaan sepi. Korban mengaku kerap merasa ketakutan luar biasa setiap kali berada berdua dengan terlapor.

Situasi emosional korban terlihat sangat terpukul saat menjalani pendampingan bersama Team Hotman 911. Dalam percakapan tersebut, tangis korban pecah saat mencoba menjelaskan kronologi kejadian. Dengan suara lirih, korban terus mengulang pernyataan bahwa dirinya takut untuk kembali bertemu dengan ayahnya sendiri.

Selain dugaan pencabulan, pihak keluarga juga mensinyalir korban kerap mengalami kekerasan fisik di rumah. Serangkaian pengakuan ini kini telah menjadi bagian dari poin penting dalam proses pendalaman yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang di Polda Lampung.

Pihak keluarga melalui pendampingan hukum Team Hotman 911 berharap aparat penegak hukum dapat memproses kasus ini secara transparan, cepat, dan tegas. Keluarga menuntut keadilan maksimal serta perlindungan penuh terhadap korban yang saat ini tengah mengalami trauma psikologis berat.(RED)


×