-->

Notification

×

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima Hadiri Pemaparan Final Design Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria

5/11/26 | Senin, Mei 11, 2026 WIB | 2026-05-11T09:02:48Z

KOTA BIMA - Wali Kota Bima, A. Rahman H. Abidin bersama Wakil Wali Kota Bima, Fery Sofiyan menghadiri kegiatan pemaparan final design pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria dalam Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), Senin (11/06/2026).

perjelas klik gambar

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan banjir perkotaan di Kota Bima sekaligus penataan kawasan strategis di wilayah Amahami dan Taman Ria.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bima menegaskan pentingnya Pemerintah Kota Bima memperoleh informasi secara utuh terkait final design proyek, termasuk berbagai persiapan dan tahapan yang telah dilakukan Balai Pelaksana Konstruksi (BPK) bersama kontraktor pelaksana.

Menurutnya, pembangunan kolam retensi tidak hanya difokuskan sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga harus memperhatikan nilai estetika kota karena kawasan Amahami dan Taman Ria merupakan bagian penting dari wajah Kota Bima.

“Pemerintah Kota Bima harus mengetahui konsep kolam ini dengan baik, karena kawasan Amahami dan Taman Ria merupakan bagian dari estetika kota. Saya minta Taman Ria menjadi taman tengah kota dengan dukungan sistem pencahayaan di sekitar kolam retensi. Ini akan menjadi titik sentral masyarakat, terutama pada Minggu pagi. Masyarakat Kota Bima membutuhkan ruang terbuka yang representatif,” ujar Wali Kota.

H. Man juga meminta Dinas PUPR untuk terus berkoordinasi dengan pihak NUFReP agar Pemerintah Kota Bima dapat memantau langsung progres pekerjaan di lapangan. Ia berharap proyek tersebut mampu menghadirkan ruang publik baru yang nyaman dan memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat.

“Mari kita jaga komitmen bersama agar pembangunan ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Bima menyampaikan bahwa keberadaan kolam retensi nantinya diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengendali banjir, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata dan ruang rekreasi baru bagi masyarakat Kota Bima.

“Proyek ini cukup besar dan menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, mari bersama-sama mengawal proses pelaksanaannya agar berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan. Saya berharap kontraktor terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bima, karena Pemkot juga memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan proyek ini,” ungkap Wakil Wali Kota.

Sementara itu, perwakilan pelaksana, Rahmat menyampaikan bahwa pekerjaan Kolam Retensi Taman Ria telah mulai dilaksanakan. Dalam proses pengerjaan tersebut, sebanyak 65 pohon akan ditebang sebagai bagian dari penataan area proyek.

Selain itu, selama pekerjaan berlangsung, akses sebelah kiri kawasan Taman Ria akan ditutup mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA.

Perwakilan lainnya, Abdul Hamid menjelaskan bahwa final design Kolam Retensi Amahami terbagi dalam dua area utama yang nantinya akan terintegrasi menjadi satu kesatuan sistem kolam retensi.

Adapun Kolam Retensi Wilayah Taman Ria diperuntukkan sebagai solusi penanganan banjir bagi wilayah Monggonao dan Salama. Ia juga menyampaikan bahwa berbagai tahapan persiapan pembangunan kolam retensi telah mulai dilakukan.

Pemerintah Kota Bima berharap pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria melalui Program NUFReP dapat berjalan dengan baik, tepat waktu, dan sesuai perencanaan. Selain menjadi solusi pengendalian banjir, proyek tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang nyaman, indah, dan bermanfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari penataan wajah Kota Bima ke depan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat Rasanae Barat, Camat Mpunda, Lurah Dara, dan Lurah Monggonao.(RED)

×