BIMA - Seorang nelayan asal Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, yang sempat dilaporkan hilang saat memancing cumi-cumi di perairan Laut Flores, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah dua hari pencarian oleh tim gabungan bersama masyarakat.
Namun hingga keesokan paginya, korban tak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga khawatir karena selama ini Baedin selalu pulang pada pagi hari setiap selesai melaut. Keluarga kemudian berupaya mencari informasi kepada nelayan lain, namun keberadaan korban tidak diketahui.
Menerima laporan tersebut, Pemerintah Desa Sangiang bersama masyarakat segera berkoordinasi melakukan pencarian. Sekitar 20 warga yang mayoritas merupakan nelayan turun ke laut menggunakan kapal barang milik H. Haruma Abu Resa dengan dukungan personel Basarnas Kabupaten Bima.
Tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan Laut Flores, termasuk wilayah sekitar Desa Sai dan Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi. Namun pencarian pada hari pertama terpaksa dihentikan sekitar pukul 17.00 WITA akibat cuaca yang kurang bersahabat, dengan angin kencang dan gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan tim.
Memasuki hari kedua, Kamis (23/7/2026), pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 07.00 WITA dengan melibatkan sekitar 30 warga dan relawan. Area pencarian diperluas ke sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lintasan hanyut korban apabila terbawa arus laut.
Sekitar pukul 15.30 WITA, upaya pencarian membuahkan hasil. PS Kapolsek Wera IPDA Muhaimin Mulawarman, S.H., menerima informasi dari salah seorang warga yang ikut melakukan pencarian, Ayang Saifullah, S.Pd., M.Pd., melalui pesan WhatsApp bahwa Baedin berhasil ditemukan sekitar 30 kilometer di sebelah utara Gunung Sangiang.
Korban ditemukan oleh masyarakat yang melakukan pencarian menggunakan beberapa unit kapal kayu dalam kondisi selamat.
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa tersebut bermula ketika sampan yang digunakannya mengalami kebocoran hingga kemasukan air. Akibatnya, sampan tidak lagi dapat dikendalikan dan terus terbawa arus laut.
Selama dua hari berada di tengah lautan, Baedin bertahan di atas sampan yang masih mengapung sambil menunggu datangnya pertolongan. Sampan bersama korban terus hanyut hingga akhirnya ditemukan oleh tim pencari.
Setelah berhasil dievakuasi, Baedin dibawa kembali menggunakan kapal menuju Desa Sangiang. Sekitar pukul 19.59 WITA, ia tiba di kediamannya di Dusun Lasinta dan disambut penuh haru oleh keluarga serta warga yang telah menantikan kepulangannya di bibir pantai.
Ipda Baiq Fitria Ningsih menambahkan, seluruh rangkaian pencarian berlangsung dengan aman dan lancar. Korban ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat, sementara seluruh personel gabungan, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam operasi pencarian juga kembali dengan selamat.(RED)

