KOTA BIMA – Pemerintah Kota Bima kembali menggelar Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bima sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Rontu, Kamis (30/7/2026).
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, didampingi seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bima, Camat Raba, serta Lurah Rontu.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang disediakan meliputi Beras SPHP sebanyak 1.000 kilogram dengan harga Rp57.000 per 5 kilogram, Beras Premium sebanyak 200 kilogram seharga Rp74.500 per 5 kilogram, gula pasir sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp18.000 per kilogram, serta Minyak Kita sebanyak 50 dus atau setara 600 liter dengan harga Rp15.700 per liter.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah konkret Pemerintah Kota Bima bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan pasokan serta mengendalikan inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan strategis.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bima berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga mampu membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga di tengah dinamika harga pasar.
Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, Gerakan Pangan Murah juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi yang efektif guna mempertahankan daya beli masyarakat.
Pemerintah Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.(RED)

