-->

Notification

×

Wakil Wali Kota Sambut Baik Peran MUI, Siap Perkuat Sinergi Wujudkan Kota Bima Religius dan Harmonis

7/30/26 | Kamis, Juli 30, 2026 WIB | 2026-07-30T15:56:37Z

KOTA BIMA – Pemerintah Kota Bima terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan membangun kehidupan yang religius. Salah satunya melalui audiensi dan silaturahmi antara Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, dengan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Kamis (30/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan para ulama dalam memperkuat pembinaan umat sekaligus menjaga ketahanan sosial di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota dalam audiensi tersebut, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan, dan SDM, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bima, serta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bima.

Dalam kesempatan itu, jajaran MUI Kota Bima menyampaikan hasil Rapat Koordinasi MUI Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama MUI kabupaten/kota se-NTB yang membahas sejumlah isu strategis kemasyarakatan. Beberapa persoalan yang menjadi perhatian di antaranya fenomena LGBT, penyalahgunaan narkoba, serta judi online yang dinilai memerlukan penanganan bersama melalui pendekatan yang komprehensif.

Selain itu, MUI juga menegaskan pentingnya penyelarasan visi dan misi dengan pemerintah daerah dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah di semua tingkatan. MUI menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan, harapan, serta arah kebijakan nasional maupun daerah melalui jaringan para dai dan mubalig yang berada di bawah naungannya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen MUI Kota Bima yang selama ini terus mendukung pemerintah dalam menghadapi dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan ulama merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Atas nama Pemerintah Kota Bima, kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian MUI yang terus hadir sebagai mitra pemerintah dalam membina umat sekaligus membantu memberikan edukasi kepada masyarakat. Sinergi ini menjadi modal penting untuk menjaga kondusivitas daerah dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Wakil Wali Kota.

Wakil Wali Kota juga menyoroti tantangan pada era keterbukaan informasi dan pesatnya perkembangan media sosial yang menyebabkan arus informasi bergerak sangat cepat. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan maupun memicu keresahan sosial.

Ia menegaskan bahwa penanganan berbagai persoalan sosial perlu lebih mengedepankan langkah-langkah preventif dan edukatif melalui penguatan literasi, pembinaan moral, serta penyampaian dakwah yang menyejukkan dan mampu membangun kesadaran masyarakat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bima membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bersama MUI dalam mengamplifikasi berbagai program pemerintah sekaligus menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat. Kehadiran para dai dan tokoh agama diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam memperkuat persatuan, membangun optimisme, serta mendukung terwujudnya masyarakat Kota Bima yang religius, aman, dan sejahtera.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kota Bima dan MUI Kota Bima untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, berkarakter, serta memiliki ketahanan sosial yang kuat melalui pendekatan preventif, edukatif, dan persuasif yang selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal.(RED)

×