NTT – Jumlah korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) terus bertambah.
Dilansir dari detik, pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8/2026), tercatat 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka. Sebagian korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, korban meninggal dunia tersebar di enam wilayah. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 25 orang, disusul Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 20 orang.
Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat empat korban meninggal, Ende dua orang, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing satu orang.
Untuk korban luka, BNPB mencatat sebanyak 135 orang. Rinciannya, 12 orang berada di Sikka, 37 orang di Manggarai yang terdiri dari 17 luka berat dan 20 luka ringan, 80 orang di Manggarai Timur dengan 21 luka berat dan 59 luka ringan, serta enam orang di Manggarai Barat yang mengalami luka berat.
Pemerintah menyampaikan duka mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Penanganan terhadap warga terdampak hingga kini terus dilakukan oleh pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait.
Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga juga masih berlangsung. Data kerusakan maupun jumlah korban dinyatakan masih dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.
Gempa M 7,7 tersebut mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) dan berdampak pada sejumlah wilayah di Flores. Memasuki hari kedua pascagempa, pemerintah masih memprioritaskan penanganan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pendataan kerusakan di wilayah terdampak.(RED)


.png)
.png)





