KOTA BIMA - Pemerintah Kota Bima menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelepasan tim relawan menjadi bentuk nyata semangat gotong royong masyarakat Kota Bima dalam membantu saudara sebangsa yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Wali Kota Bima mengatakan, bencana tidak pernah memilih siapa yang menjadi korbannya. Ketika masyarakat NTT tertimpa musibah, seluruh masyarakat Indonesia turut merasakan duka yang sama.
“Bantuan yang kita kirimkan hari ini bukan sekadar barang, bukan sekadar kebutuhan pokok. Walaupun nilainya mungkin tidak besar, namun di dalamnya ada kepedulian, ada empati, ada doa, dan ada pesan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit ini,” ujar Wali Kota.
Bantuan yang dihimpun untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak terdiri atas uang tunai serta berbagai kebutuhan sehari-hari. Di antaranya sembako, pakaian, obat-obatan, serta kebutuhan sandang dan pangan lainnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus meringankan beban mereka selama masa pemulihan pascabencana.
Sementara itu, tim relawan yang akan membawa dan menyalurkan bantuan terdiri dari unsur BPBD Kota Bima, Indonesia Off-Road Federation (IOF), ADS Internasional–Indonesia, serta Koalisi Organisasi Profesi Kesehatan yang ada di Kota Bima.
Tim relawan bersama bantuan kemanusiaan tersebut rencananya diberangkatkan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, melalui jalur darat dengan menggunakan akses penyeberangan Pelabuhan Sape menuju wilayah tujuan.
Wali Kota Bima juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan bantuan tersebut.
Kontribusi datang dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat, ASN, sekolah, dunia usaha, organisasi, komunitas, lembaga sosial, relawan, hingga para donatur yang dengan penuh keikhlasan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.
Menurut Wali Kota, semangat gotong royong dan kepedulian tersebut merupakan cerminan wajah Kota Bima yang sesungguhnya. Ketika ada saudara yang membutuhkan, masyarakat Kota Bima hadir dan bergandengan tangan untuk memberikan bantuan.
“Mungkin kita tidak mampu menghentikan bencana, tetapi kita selalu mampu menghadirkan kepedulian setelah bencana datang,” tegasnya.
Kepada seluruh relawan yang akan menjalankan misi kemanusiaan tersebut, Wali Kota berpesan agar keselamatan menjadi prioritas selama perjalanan.
Ia berharap seluruh tim diberikan kelancaran, kesehatan, serta perlindungan hingga bantuan kemanusiaan tersebut tiba di tempat tujuan.
Dengan diberangkatkannya tim relawan dan bantuan kemanusiaan itu, Pemerintah Kota Bima berharap seluruh bantuan dapat sampai dengan selamat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Dari Kota Bima, kepedulian dan semangat gotong royong dikirim untuk saudara-saudara di NTT yang sedang menghadapi masa sulit.(RED)


.png)
.png)





