-->

Notification

×

Buka Bimtek Stunting, Wali Kota Bima Dorong Peran Aktif Aparatur Kelurahan

9/21/26 | Senin, September 21, 2026 WIB | 2026-09-21T06:18:44Z

KOTA BIMA – Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Kelurahan dalam Penanganan Stunting dan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bima, para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, Kepala Puskesmas, Camat dan Lurah se-Kota Bima, serta Kader Posyandu se-Kota Bima.

Bimtek tersebut digelar untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan aparatur kelurahan dalam penanganan stunting, sekaligus memperkuat peran lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan.

Kegiatan ini juga diharapkan mendorong peningkatan kunjungan masyarakat, khususnya bayi dan balita, ke Posyandu sehingga pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan kebutuhan gizi dapat dilakukan lebih optimal.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa persoalan stunting merupakan persoalan sistematik yang membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah.

Saat ini, Kota Bima memiliki 175 Posyandu, 880 kader Posyandu dan 330 Tim Pendamping Keluarga. Berdasarkan data yang ada, sekitar 990 anak terdata mengalami stunting secara by name by address.

Namun, masih terdapat sekitar 2.000 bayi dan balita yang belum terdata karena belum seluruhnya aktif datang ke Posyandu.

"Ini menjadi perhatian kita bersama. Kita harus mengetahui siapa yang perlu diselesaikan, mengapa belum selesai, apakah dukungan anggaran kita yang kurang atau kepedulian kita yang masih kurang," ujar Wali Kota.

Menurut Wali Kota, pelaksanaan Bimtek menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa masih terdapat anak-anak yang membutuhkan perhatian, khususnya dalam pemenuhan asupan gizi.

"Kita diundang di sini untuk menggugah kesadaran kita bersama bahwa ada anak-anak kita yang masih rendah asupan gizinya. Ini tugas mulia bapak dan ibu," tegasnya.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi dibutuhkan mulai dari pemerintah daerah, camat, lurah, RT dan RW, kader hingga masyarakat.

Wali Kota juga meminta penanganan dilakukan dengan metode jemput bola, terutama terhadap keluarga yang memiliki bayi dan balita yang membutuhkan perhatian.

Pemenuhan asupan gizi juga menjadi perhatian, termasuk melalui pemberian makanan bergizi seperti telur dan susu secara rutin sesuai kebutuhan anak.

"Peran kita semua sangat dibutuhkan, dari camat, lurah dan ke bawahnya sampai RT dan RW. Saya berharap ini akan tuntas pada tahun 2027. Lakukan metode jemput bola, berikan telur dan susunya setiap hari. Mari kita pastikan anak-anak stunting kita bisa kita tuntaskan," pungkasnya.

Melalui Bimtek tersebut, Pemerintah Kota Bima berharap kapasitas aparatur dan lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan semakin kuat, sehingga mampu melakukan deteksi, pendampingan dan penanganan stunting secara lebih aktif, terarah dan berkelanjutan.(RED)

×