-->

Notification

×

Pemkot Bima Dorong Perempuan Tingkatkan Kapasitas dan Peran Politik

9/28/26 | Senin, September 28, 2026 WIB | 2026-09-28T14:31:40Z

KOTA BIMA – Pemerintah Kota Bima mendorong perempuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman politik agar tidak hanya menjadi objek, tetapi mampu mengambil peran dalam proses pengambilan keputusan.

Pesan tersebut disampaikan Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, saat membuka kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kualitas dan Pendidikan Politik bagi Perempuan di Aula Paruga To’i HM. Nur A.Latif, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Dapil I NTB, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., Anggota DPRD Kota Bima Asnah Madilau, S.H., Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Bima serta sejumlah organisasi perempuan di Kota Bima.

Dalam sambutannya, Supratman menyampaikan apresiasi kepada Hj. Mahdalena yang telah meluangkan waktu hadir di Kota Bima dan ikut memikirkan berbagai kepentingan masyarakat daerah.

“Atas nama Pemerintah Kota Bima, kami menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran Ibu Hj. Mahdalena di Kota Bima. Ini menunjukkan kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat Kota Bima,” ujar Supratman.

Ia menekankan, pendidikan politik bagi perempuan penting untuk mendorong perempuan lebih berdaya dan memahami hak serta perannya dalam kehidupan politik dan pemerintahan.

Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek dalam politik. Perempuan harus memiliki kapasitas untuk terlibat, menyampaikan gagasan dan menjadi bagian dari pengambil keputusan.

“Perempuan harus berdaya dan paham tentang politik. Jangan hanya menjadi objek, tetapi harus menjadi pengambil keputusan,” tegasnya.

Supratman juga mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri. Ia bahkan menekankan pentingnya perempuan memiliki kemampuan yang kuat dalam berbagai bidang.

“Perempuan harus bisa lebih dari laki-laki,” katanya.

Selain persoalan politik, ia mengingatkan pentingnya menjaga harkat dan martabat perempuan, termasuk memperkuat upaya penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Untuk itu, jaringan antarorganisasi perempuan di Kota Bima dinilai perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadi kekuatan bersama dalam memperjuangkan perlindungan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas perempuan.

“Perempuan harus kuat. Jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Karena itu, kekuatan tersebut harus diarahkan untuk hal-hal yang positif dan membangun,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Bima berharap pemahaman politik perempuan semakin meningkat, sehingga perempuan memiliki keberanian dan kapasitas untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.(RED)

×