MALANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyatakan sepakat dengan aspirasi mahasiswa yang meminta penghentian program tersebut di Kota Malang.
Dilansir dari wartakota.tribunnews 7 September 2026, Pernyataan itu disampaikan Amithya saat merespons aspirasi mahasiswa yang disampaikan kepada DPRD Kota Malang. Sikap tersebut kemudian kembali menjadi perhatian publik di tengah perdebatan mengenai pelaksanaan program MBG.
“Kami sepakat untuk menghentikan program MBG di Kota Malang,” ujar Amithya Ratnanggani Sirraduhita yang dikutip dari wartakota.tribunnews.
Aspirasi penghentian MBG tersebut sebelumnya disampaikan mahasiswa dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang. Selain menyoroti program MBG, massa aksi juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain terkait kebijakan pemerintah.
Respons Ketua DPRD Kota Malang itu kemudian memunculkan perhatian luas karena MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang pelaksanaannya dilakukan di berbagai daerah.
Namun, sikap tersebut perlu ditempatkan dalam konteks respons DPRD terhadap aspirasi mahasiswa. Dalam perkembangan berikutnya, Amithya juga menegaskan bahwa DPRD Kota Malang tidak berada pada posisi menolak program MBG, melainkan mendorong evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaannya di daerah.
DPRD Kota Malang juga menyampaikan bahwa berbagai masukan terkait pelaksanaan MBG akan diteruskan kepada pemerintah pusat melalui DPR RI untuk menjadi bahan evaluasi.
Dengan demikian, polemik mengenai MBG di Kota Malang tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan program, tetapi juga menyangkut evaluasi pelaksanaan, mekanisme distribusi, serta efektivitas program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.(RED)
.jpg)

.png)
.png)





