-->

Notification

×

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Berlanjut, Pemkot Bima Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

11/11/25 | Selasa, November 11, 2025 WIB | 2025-11-11T13:23:50Z

Kota Bima, Beritabima.com - Pasca banjir yang melanda wilayah Kota Bima pada Sabtu malam (8/11), Pemerintah Kota Bima langsung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tanggap Darurat Penanganan Pasca Bencana, bertempat di Aula Parenta Pemkot Bima, Senin (9/11) pagi.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Kota Bima, Hj. Mariamah.

Dalam arahannya, Pj Sekda Hj. Mariamah menegaskan bahwa bencana banjir yang terjadi belum berakhir.

“Bencana banjir yang terjadi pada Sabtu malam kemarin hanya babak permulaan saja jika melihat dari prediksi dan perkiraan dari BMKG,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal November, BMKG telah memberikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bima.

“Awal November kita sudah di-warning oleh BMKG terkait cuaca ekstrem untuk seluruh wilayah Indonesia. Peringatan serupa telah disampaikan oleh BPBD Kota Bima, baik melalui grup WhatsApp OPD,” ujarnya.

Mariamah menyampaikan, terdapat beberapa agenda prioritas dalam rapat tersebut, di antaranya kesiapan menghadapi bencana secara terpadu melalui penguatan sistem peringatan dini, koordinasi intensif dengan BMKG untuk pembaruan informasi cuaca secara berkala, serta penanganan pasca bencana.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendataan warga terdampak dan penyiapan dapur umum di setiap kelurahan rawan banjir.

“Kebutuhan tempat pengungsian, pendataan kerusakan material dan infrastruktur, penggunaan dana belanja tidak terduga untuk korban bencana alam, serta kesiapan stok obat pada gudang farmasi, ini yang menjadi fokus kita saat ini,” tegasnya.

Pj Sekda menambahkan bahwa berdasarkan laporan BMKG, cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Barat diperkirakan terjadi antara November 2025 hingga Februari 2026.

Dalam rapat tersebut, masing-masing perangkat daerah teknis memaparkan langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan, serta tantangan yang dihadapi di lapangan.

Kepala BPBD Kota Bima, Faruk, melaporkan bahwa sistem Early Warning System (EWS) dalam kondisi rusak dan perlu segera diperbaiki.

“Per hari ini, data korban terdampak bertambah berdasarkan laporan dari kelurahan yakni sebanyak 3.608 jiwa atau 953 KK terdampak di 7 kelurahan,” ungkap Faruk.

BPBD, lanjutnya, telah melakukan langkah darurat dengan membagikan nasi bungkus, air mineral, dan kebutuhan lainnya kepada warga terdampak.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bima, Lalu Sukarsana, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kerusakan ringan hingga berat.

“Ada 3 KK di Kelurahan Lampe, 1 KK rumahnya hanyut terbawa arus banjir, sementara 2 KK lainnya pondasi rumah mereka tergerus akibat arus banjir yang cukup deras,” ujarnya.

Ia menambahkan, stok bantuan dari dana APBN seperti makanan siap saji, 1.500 kg beras, pakaian anak, terpal, kasur lipat hingga selimut masih mencukupi. Namun untuk keperluan dapur umum, perlu dukungan dari pemerintah daerah.

Dari sisi infrastruktur, Kepala Dinas PUPR Kota Bima, Didi Fahdiansyah, melaporkan bahwa pihaknya telah menangani titik meluapnya air di Kelurahan Pane dengan pemasangan barikade pasir dalam karung.

“Mulai saat ini kita semua musti gencar mengedukasi masyarakat untuk membuat sumur resapan, sebuah bangunan teknik berbentuk sumur yang berfungsi menampung dan meresapkan air hujan atau air limpasan ke dalam tanah, sehingga mengurangi genangan dan banjir,” pungkasnya.

Rakor tanggap darurat tersebut juga dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Inspektorat, Kepala Bappeda, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas PUPR, Plt. Kepala DLH, Perwakilan Dinas Damkar dan Penyelamatan, Perwakilan BPKAD, serta para Camat dari Rasanae Barat, Raba, Asakota, dan Mpunda.(RED)

×